okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Infrastruktur pertanian Desa Bakungan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, hingga kini belum berkembang memadai. Keterbatasan jalan usaha tani dan irigasi menjadi penghambat utama peningkatan produktivitas petani setempat.
Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah, menjelaskan masyarakat memiliki lahan sawah cukup luas, sekitar 300 hektare di kawasan Jahuk. Namun, jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 4 kilometer yang menghubungkan Desa Bakungan dengan Dusun Margasari dan Desa Jembayan Ilir dalam kondisi rusak. Jalan itu seharusnya menjadi jalur utama distribusi hasil panen.
Selain itu, ketiadaan saluran irigasi membuat petani bergantung sepenuhnya pada curah hujan. Saat musim hujan, sawah sering tergenang, sementara di musim kemarau lahan mengalami kekeringan. Kondisi ini menurunkan produktivitas dan merugikan petani.
“Handtractor dan peralatan memang ada, tetapi tanpa jalan dan irigasi, hasil tani sulit meningkat,” kata Arlusdiansyah, Sabtu (27/9/2025).
Keterbatasan infrastruktur pertanian Desa Bakungan juga berdampak pada motivasi petani. Sebagian warga mulai beralih profesi karena hasil panen tidak menutupi biaya tenaga dan produksi. Padahal, jika sarana dasar terpenuhi, Bakungan berpotensi menjadi lumbung padi baru di Loa Kulu.
Arlusdiansyah berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap pembangunan jalan usaha tani dan irigasi. Menurutnya, perhatian tersebut akan mendorong ketahanan pangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani. (adv/distanakkukar/atr)








