Menu

Mode Gelap

Dispar Kutai Kartanegara · 10 Jun 2025 21:14 WITA

Jembayan Tengah Kembangkan Wisata Edukasi, Kampung Seraong Diangkat Jadi Ikon Desa


Jembayan Tengah Kembangkan Wisata Edukasi, Kampung Seraong Diangkat Jadi Ikon Desa Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi lokal melalui penguatan sektor pariwisata berbasis edukasi dan budaya. Melalui perayaan HUT Desa ke-19 yang dikemas dalam Festival Kampung Seraong, masyarakat dan pengunjung disuguhi ragam atraksi wisata yang sarat nilai budaya dan pendidikan.

Kepala Desa Jembayan Tengah, Masnur, mengungkapkan rasa syukurnya karena desa yang dipimpinnya kini telah resmi menjadi desa wisata. Salah satu pencapaian besar desa ini adalah menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan pendidikan wisata.

“Alhamdulillah, saat ini kami sudah menjadi desa wisata, bekerja sama dengan Polnes Samarinda. Rangkaian wisata yang kami angkat adalah wisata edukasi,” tutur Masnur, Selasa (10/6/2025).

Konsep wisata edukasi yang ditawarkan Jembayan Tengah dirancang menyeluruh dan terintegrasi. Di RT 1, pengunjung dapat menyaksikan langsung kerajinan tangan masyarakat lokal. Lalu naik ke RT 3, tersedia lokasi pembuatan Rumah Seraong, rumah khas yang menjadi ikon budaya desa, selaras dengan tema ulang tahun desa tahun ini: “Festival Kampung Seraong.”

Berlanjut ke RT 4, terdapat sentra madu kelulut yang memungkinkan wisatawan mencicipi langsung madu dari punggur atau membelinya dalam bentuk kemasan botol. Tak jauh dari sana, di Dusun 2, desa menyediakan lahan pertanian edukatif yang memungkinkan pengunjung belajar menanam padi dan bercocok tanam. Produk hasil tani desa juga dipamerkan dalam bentuk beras lokal melalui OKM (Organisasi Kelompok Masyarakat).

Wisata juga berlanjut ke bagian atas desa yang menawarkan pengalaman menarik di kandang kambing Etawa. Tidak hanya susunya, kambing Etawa dimanfaatkan secara menyeluruh: kotoran dan air kencingnya diolah menjadi pupuk organik pertanian, yang juga menjadi bagian dari pembelajaran pertanian berkelanjutan.

“Harapan kami ke depan, Kampung Seraong bisa lebih bergema hingga ke luar daerah, sehingga wisatawan tertarik datang setiap tahunnya dalam rangka ulang tahun desa dan Festival Kampung Seraong,” tutupnya. (adv/disparkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Jalan Pesut Kukar, Damkar Kerahkan Tujuh Unit dan Kuasai Api dalam 20 Menit

4 September 2026 - 21:47 WITA

Dana Kurang Salur Rp2,4 Triliun Belum Pasti Cair, Pemkab Kukar Koreksi APBD Perubahan 2026

4 September 2026 - 17:58 WITA

Kasus ISPA di Kukar Melonjak, Tembus 9.075 Kasus Selama Agustus

4 September 2026 - 15:40 WITA

PJJ Mulai Diterapkan Hari Ini di Sejumlah Wilayah Kukar, Sekolah Diberi Fleksibilitas

3 September 2026 - 14:28 WITA

Kukar Berlakukan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP Mulai 3 September Imbas Karhutla dan Kekeringan

2 September 2026 - 18:40 WITA

Kemarau Panjang, Kukar Gelar Salat Istisqa: Bupati Sebut Kekeringan hingga Asap Jadi Ancaman

2 September 2026 - 12:20 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru