Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 6 Jun 2026 17:26 WITA

HMI Kukar Perkuat Kaderisasi, LK II Nasional Diarahkan Bentuk Kader Kritis dan Adaptif


Ketua Panitia Training Nasional LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho. (Istimewa) Perbesar

Ketua Panitia Training Nasional LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Perubahan sosial, politik, dan teknologi menuntut kader organisasi mahasiswa tidak hanya aktif, tetapi juga mampu berpikir kritis.

Semangat itu yang dibawa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara dalam persiapan Training Nasional Latihan Kader II (LK II) dan Senior Course yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kegiatan kaderisasi tingkat lanjut tersebut disiapkan sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kemampuan kader dalam membaca persoalan sosial dan pemerintahan.

Ketua Panitia Training Nasional LK II dan Senior Course HMI Cabang Kukar, Muhammad Ibnu Ridho, mengatakan persiapan kegiatan saat ini hampir rampung. Panitia juga tengah menjalankan proses screening peserta.

“Persiapan kegiatan sudah berada di kisaran 80 hingga 90 persen. Saat ini kami juga masih melaksanakan screening peserta untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti seluruh rangkaian training,” ujarnya.

Ridho menjelaskan, screening peserta menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan training. Tahapan itu dilakukan untuk memastikan peserta siap mengikuti proses kaderisasi secara penuh, baik dari sisi materi, kedisiplinan, maupun kesiapan berdiskusi.

Menurutnya, HMI tetap menempatkan tradisi intelektual sebagai fondasi utama dalam proses kaderisasi. Karena itu, Training Nasional LK II dan Senior Course akan banyak diisi dengan forum dialog, pertukaran gagasan, dan diskusi intensif.

Ia menilai kader HMI tidak cukup hanya menerima materi. Peserta juga perlu dilatih untuk menyampaikan pandangan, mengkritisi persoalan, dan membangun pemikiran yang konstruktif.

“HMI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Diskusi dan dialog menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang mampu berpikir kritis dan responsif terhadap berbagai persoalan,” katanya.

Untuk memperluas perspektif peserta, panitia menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai pemateri. Di antaranya Arief Rosyid, Andi Buana Raja, Bahtra Banong, anggota Komisi II DPR RI Syekha Songge, serta Tim Master HMI Cabang Pontianak, Indah Alawiyah.

Ridho mengatakan, para narasumber dipilih berdasarkan kapasitas dan pengalaman masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi sudut pandang yang relevan bagi kader HMI dalam menghadapi tantangan zaman.

Selain menghadirkan pemateri nasional, training ini juga menerapkan metode karantina dan diskusi intensif. Pola tersebut dipilih agar proses pembelajaran berjalan lebih mendalam dan tidak hanya berlangsung satu arah.

Ridho menegaskan, sistem kaderisasi HMI terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Namun, proses itu tetap bertumpu pada Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai fondasi utama organisasi.

Menurutnya, pola kaderisasi formal, informal, maupun nonformal perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan kader hari ini. Penyesuaian itu penting agar HMI tetap relevan dalam membaca perubahan sosial dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam jenjang kaderisasi HMI, LK II menjadi tahapan strategis untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan kepemimpinan kader. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mengalami perubahan positif, baik dalam cara berpikir, sikap, maupun kontribusi sosial.

“Harapannya setelah mengikuti training ini, peserta memiliki kualitas diri yang lebih baik, baik dari sisi pemikiran, sikap, maupun kontribusinya terhadap masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan Training Nasional LK II dan Senior Course turut mendapat dukungan dari para alumni HMI serta Korps Alumni HMI (KAHMI). Dukungan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk Koordinator Majelis Daerah KAHMI Kukar yang juga Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dan Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani.

Dengan persiapan yang hampir rampung, HMI Cabang Kukar menempatkan Training Nasional LK II dan Senior Course sebagai agenda kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan.

Lebih jauh, training ini diarahkan untuk menjaga tradisi berpikir, memperkuat budaya diskusi, serta membentuk kader yang kritis, adaptif, dan mampu membaca perubahan sosial secara lebih tajam. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Penyimpangan APBDes Lebaho Ulaq Capai Rp500 Juta, Honor Perangkat Desa Sempat Tertunda

26 Juni 2026 - 16:23 WITA

APBDes Lebaho Ulaq

Sekda Kukar Tegaskan Diperiksa KPK sebagai Saksi soal Kerja Sama Aset Daerah

26 Juni 2026 - 16:16 WITA

Sekda Kukar diperiksa KPK

Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Kalimantan, Samarinda Jadi Pilihan ISMAYA Group

26 Juni 2026 - 16:12 WITA

haraku ramen samarinda

Ernawaty Gafar Kembali Pimpin IWAPI Kaltim Periode 2026–2031

26 Juni 2026 - 11:13 WITA

iwapi kaltim

Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran di Taman Kota Raja Tenggarong

25 Juni 2026 - 20:41 WITA

kebakaran taman kota raja

Pabrik Pakan di Kota Bangun Belum Optimal, Koperasi Harap Dukungan Pemkab Kukar

25 Juni 2026 - 15:24 WITA

pabrik pakan kota bangun
Trending di Ekonomi