okeeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Fatlon Nisa, mendorong penguatan infrastruktur pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat di Kecamatan Tenggarong. Salah satunya dengan menuntaskan pembangunan jaringan hidran yang sebelumnya telah diusulkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
Dorongan tersebut disampaikan Fatlon setelah memantau kondisi warga terdampak kebakaran di Jalan Danau Aji, Jalan Danau Lipan, dan Jalan Ali Muddin, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan, kebakaran tersebut menjadi salah satu musibah kebakaran terbesar yang terjadi di Kelurahan Melayu. Kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi agar sarana pencegahan kebakaran di kawasan padat dapat berfungsi secara optimal.
“Kalau terkait dari kami, tadi saya sudah sampaikan juga dengan Pak Ketua DPR. Karena kemarin ada di salah satu pokok-pokok pikiran saya hidran, sudah kita bangun. Cuma mungkin tidak maksimal karena jaringannya belum ada,” kata Fatlon.
Menurutnya, keberadaan hidran perlu didukung jaringan yang memadai agar dapat dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran. Karena itu, ia akan mendorong penyelesaian jaringan hidran tersebut melalui pembahasan anggaran 2027.
“Di 2027 ini kita dorong kembali untuk jaringannya. Karena hidrannya sudah, tinggal jaringan yang akan kita selesaikan,” ujarnya.
Fatlon mengatakan, penguatan jaringan hidran merupakan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali meluas. Ia berharap kebakaran yang terjadi saat ini menjadi musibah terakhir dengan dampak sebesar tersebut.
“Kita tidak berharap musibah ini terulang lagi. Intinya kita bisa antisipasi. Jangan sampai harapan kita ini sudah cukup terakhir. Doanya mudah-mudahan tidak terjadi lagi hal-hal yang meluas seperti ini,” tuturnya.
Selain persoalan infrastruktur, Fatlon juga menyebut kemungkinan relokasi warga terdampak perlu dibicarakan lebih lanjut antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kukar. Hal itu melihat kondisi kawasan yang didominasi rumah sewa dengan jarak antarrumah yang cukup berdekatan.
“Kalau dilihat ini kan banyak rumah-rumah sewa yang terkena, karena juga dempet, berdekatan. Kita juga karena kemarau, arah angin itu mempengaruhi semua,” katanya.
Terkait opsi relokasi, Fatlon mengatakan pembahasannya masih perlu dilakukan bersama pemerintah daerah dan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat terdampak.
“Relokasi mungkin nanti dari DPR bersama Pemda akan lebih bicara seperti apa. Semoga Pemkab dan DPR bisa berkolaborasi sesuai apa yang diharapkan dengan masyarakat,” pungkasnya.(adv/dprdkukar/atr)










