okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi kelangkaan gas LPG 3 kilogram, yang berdampak pada melonjaknya harga di pasaran. Banyak warga, terutama pelaku usaha kecil, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar tersebut. Harga yang biasanya di kisaran Rp 20-25 ribu per tabung, kini melonjak hingga Rp 45 ribu di tingkat pengecer.
Salah satu warga, Mardani, yang berjualan gorengan setiap hari, merasakan dampaknya secara langsung. Ia mengungkapkan, untuk mendapatkan LPG 3 kilogram di pangkalan, ia harus bersaing dengan banyak orang. Sementara jika membeli di warung, harganya jauh lebih mahal.
“Kalau di pangkalan, harus antre panjang dan itu pun kadang habis duluan. Kalau di warung, harganya mahal banget, sampai Rp 50 ribu,” ujarnya pada Jumat (10/1/2025).
Akibat kelangkaan ini, Mardani terpaksa beralih menggunakan gas berukuran lebih besar yang harganya lebih mahal. Ia berharap pasokan LPG 3 kilogram segera normal agar ia bisa kembali berjualan dengan lancar.
Senada dengan Mardani, Ujang, seorang pedagang kaki lima, juga mengeluhkan kesulitan serupa. Meski masih sempat mendapatkan LPG 3 kilogram di pangkalan, jumlah yang bisa dibeli sangat terbatas.
“Kalau di pangkalan, hanya boleh beli dua tabung per orang. Itupun kalau datang pagi-pagi, kalau siang biasanya sudah habis,” kata Ujang.
Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari seminggu, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat kecil yang bergantung pada gas melon untuk kebutuhan harian dan usaha mereka. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasaran.(atr/ob1/ef)








