Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 16 Okt 2026 20:14 WITA

Kerusakan SDN 021 Tenggarong Ditaksir Rp2 Miliar, Disdik Kukar Usulkan Revitalisasi


Kerusakan SDN 021 Tenggarong Ditaksir Rp2 Miliar, Disdik Kukar Usulkan Revitalisasi Perbesar

Teks foto: Kadisdik Kukar Heriyansyah (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mengusulkan revitalisasi SDN 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh. Kerusakan bangunan sekolah tersebut ditaksir mencapai Rp2 miliar jika dilakukan rehabilitasi.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan identifikasi kerusakan dan melaporkannya kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) untuk diusulkan dalam program revitalisasi.

Hal itu disampaikan Heriansyah saat meninjau langsung kondisi sekolah pada Jumat (16/10/2026). Ia berharap proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung optimal.

“Pertama, kemarin saya sudah melakukan identifikasi, kemudian langsung kita laporkan ke BPMP untuk diusulkan revitalisasi. Insyaallah, kemarin beliau berkomitmen, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita lakukan rehabilitasi untuk sekolah itu,” ujar Heriansyah.

Selain mengupayakan perbaikan bangunan, Disdikbud Kukar juga menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu warga sekolah yang terdampak kebakaran. Salah satunya dengan membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat terbakar.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menindaklanjuti dokumen pendidikan yang hilang dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Disdikbud Kukar juga memberikan kelonggaran absensi bagi guru yang terdampak kebakaran. Kebijakan itu memungkinkan guru melakukan absensi dari lokasi tempat mereka sedang melakukan perbaikan atau pemulihan setelah musibah.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran bagi siswa akan menyesuaikan kondisi lingkungan, terutama terkait kualitas udara akibat asap kebakaran.

Heriansyah menyebut aktivitas sekolah direncanakan kembali berjalan pada Senin. Namun, metode pembelajaran masih akan mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.

“Kalau misalnya kondisi kita masih, asap masih cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” jelasnya.

PJJ atau pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif apabila kondisi udara belum aman bagi siswa dan tenaga pendidik untuk beraktivitas langsung di sekolah.

Terkait fasilitas sekolah, Heriansyah menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan, tidak ada komputer yang dilaporkan terbakar. Sejumlah kursi yang ada di sekolah juga masih dapat digunakan.

“Kalau alat komputer yang terbakar itu tidak ada. Kursi ini juga masih bisa kita gunakan,” katanya.

Meski sejumlah fasilitas masih dapat dimanfaatkan, rehabilitasi bangunan tetap menjadi perhatian utama agar lingkungan sekolah dapat kembali mendukung kegiatan belajar mengajar secara aman dan nyaman.

Heriansyah memperkirakan kebutuhan biaya untuk mengembalikan kondisi bangunan sekolah melalui rehabilitasi mencapai sekitar Rp2 miliar. Besaran tersebut masih berupa taksiran berdasarkan kebutuhan perbaikan bangunan.

Disdikbud Kukar berharap usulan revitalisasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak kebakaran dapat berjalan dan kegiatan belajar mengajar bagi siswa SDN 021 Tenggarong kembali berlangsung secara optimal.(adv/diskomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkim Kukar Siapkan Penataan Ulang Permukiman Pascakebakaran di Loa Ipuh

16 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Pemkab Kukar Perkuat Pencegahan Kebakaran, Rendi Solihin Tekankan Kesiapan Petugas dan Relawan

16 Oktober 2026 - 20:12 WITA

MPP Kukar Siapkan Layanan di 4 Kecamatan, UMKM Tak Perlu Selalu ke Kabupaten

15 Oktober 2026 - 17:33 WITA

Pengalaman Juara Jadi Modal Sepak Bola Kukar Hadapi Porprov Kaltim VIII

15 Oktober 2026 - 17:32 WITA

Porprov Kaltim VIII Jadi Ajang Pembuktian Atlet Kukar, Dispora Soroti Mental Bertanding

15 Oktober 2026 - 17:30 WITA

Hetifah Mendengar Aspirasi Orang Tua Sekolah Rakyat Samarinda: Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas

15 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Trending di Home