Teks foto: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (Angga/okeborneo.com)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Pembangunan kawasan permukiman di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu arah pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui visi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030. Pendekatan ini menempatkan kualitas lingkungan sebagai bagian penting dalam mewujudkan kawasan permukiman yang layak, nyaman, dan berkelanjutan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, konsep pembangunan ramah lingkungan harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan hunian hingga perlindungan kawasan alam. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan kawasan yang tertata, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
“Rumah ramah lingkungan merupakan perwujudan dari perumahan yang terjangkau dan berkualitas serta memperhatikan aspek lingkungan yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Menurut Aulia, upaya tersebut tidak bisa dilepaskan dari sejumlah agenda pelestarian lingkungan yang telah masuk dalam arah kebijakan pemerintah daerah. Salah satunya melalui target penanaman tiga juta pohon, pelestarian mangrove, hingga menjaga keberadaan kawasan hutan di Kukar.
“Termasuk di dalamnya ada penanaman tiga juta pohon, bagaimana kita melestarikan mangrove, dan bagaimana kita melestarikan kawasan-kawasan hutan kita,” jelasnya.
Ia menegaskan, berbagai agenda tersebut merupakan bagian dari isu besar pembangunan kawasan ramah lingkungan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah. Implementasinya pun mulai dilakukan melalui kegiatan nyata di sejumlah wilayah.
Salah satunya melalui penanaman mangrove di Kecamatan Muara Badak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Kukar dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat pelaksanaan program pelestarian lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, Kukar Idaman Terbaik diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.(adv/diskomkukar/atr)










