Menu

Mode Gelap

Pemkab Kutai Kartanegara · 28 Okt 2021 20:29 WIB

Menuju KUANYAM, Forum – Forum Bentukan Pemerintah Dioptimalkan


 Menuju KUANYAM, Forum – Forum Bentukan Pemerintah Dioptimalkan Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Ibu Kota Negara berpindah di Provinsi Kalimantan Timur dan khususnya di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) persiapan terus dilakukan di daerah.

Pencegahan dini terkait isu-isu Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA) mengiringi terbentuknya IKN, lantaran Kukar khususnya kaya akan keberagaman SARA.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar Rinda Desianti mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menggarap proyek perubahan dengan tajuk ‘Optimalisasi Peran Forum-forum Bentukan Pemerintah Menuju Kukar Aman dan Nyaman (Kuanyam).

“Ada tiga forum yang berada di bawah koordinasi kami, antara lain Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM),” jelas Rinda, Kamis (28/10/2021).

Dengan melakukan optimalisasi peran forum bentukan pemerintah, Rinda berharap forum tersebut jadi mitra pemerintah karena akan menghadapi perpindahan IKN tentu berdampak pada pendatang khususnya ke Kukar. Lebih lanjut dikatakannya, situasi tersebut tentu berdampak terhadap harmonisasi keberagaman termasuk beragama, maupun aktivitas antar wilayah.

“Melalui forum-forum ini kita berharap bahwa mereka betul-betul menjadi mitra yang tangguh, yang kokoh bagi pemerintah dalam menuju Kukar aman dan nyaman,” tambahnya.

Ketua forum-forum nantinya adalah para tokoh masyarakat, yang jadi representasi dari perkumpulan-perkumpulan yang mereka wakili. “Agama yang diakui di Indonesia ada enam, cuman yang ada perwakilannya di Kukar hanya lima. FKUB dan FPK sudah terbentuk tidak hanya di kecamatan, tetapi juga ada di beberapa desa dan kelurahan. Kalo FKDM sekarang sudah terbentuk di 18 kecamatan,” ungkapnya.

Selain itu akan lahir Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang forum dan Perbup akan mengatur dua hal baru. Pertama, bagaimana melibatkan forum-forum ini dalam penanganan pandemi Covid-19. Kedua, pemerintah ingin melibatkan forum-forum tadi dalam edukasi berkaitan Covid-19 pada masyarakat, baik itu protokol kesehatan maupun vaksinasi.

Hal tersebut dicontoh seperti FKUB, forum keagamaan dilibatkan dalam pencapaian sasaran vaksinasi dengan target terbentuknya kekebalan kelompok membawa misi sosialisasi soal vaksinasi kepada umat beragama.

“Di dalam Perbup diatur bahwa forum-forum harus terlibat dalam penanganan konflik. Entah konflik agama maupun sosial kemasyarakatan, yang penting untuk ditangani bersama,” pungkasnya. (adv/dkom/bdp/ef)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tak Ambil Pusing Pencalonannya di Pilkada 2024, Edi Damansyah Fokus Sejahterakan Rakyat

19 Mei 2024 - 16:10 WIB

Penasihat DWP Kementerian Kelautan dan Perikanan Lakukan Kunjungan ke Musium Mulawarman

27 April 2024 - 14:25 WIB

Tingkatkan Usaha Pelaku UMKM, Rendi Solihin Ajak Masyarakat Manfaatkan Kredit Kukar Idaman

24 Januari 2024 - 13:30 WIB

Rendi Solihin Pastikan Beasiswa Kukar Idaman Kembali Dibuka di 2024

23 Januari 2024 - 20:22 WIB

Rendi Solihin Serahkan Bantuan Bus Sekolah ke Kecamatan Muara Jawa

20 Januari 2024 - 16:47 WIB

PAD Tahun 2023 Lepas Target, Bupati Kukar Akan Lakukan Evaluasi

3 Januari 2024 - 19:02 WIB

Trending di Home