Menu

Mode Gelap

Dispar Kutai Kartanegara · 15 Apr 2024 12:33 WITA

Pantai Biru Desa Kersik Alami Lonjakan Pengunjung Selama Libur Lebaran


Teks foto : Kunjungan Wisatawan Pantai Biru Kersik Perbesar

Teks foto : Kunjungan Wisatawan Pantai Biru Kersik

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini dikabarkan sedang mengalami lonjakan pengunjung, hal ini disebabkan libur lebaran dan cuti bersama.

Pada Minggu (14/4/2024) kemarin. Pantai Biru yang terletak di Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu pun ramai dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati masa liburan panjang bersama keluarga.

Anggota Pokdarwis Pantai Biru, Desa Kersik yang juga pengelola Pantai Biru, Jumriana mengatakan untuk kunjungan selama libur lebaran mengalami peningkatan yang sangat signifikan perharinya itu bisa mencapai 500 wisatawan.

“Saat ini sedang ramai pengunjung dari berbagai daerah,” kata Jumriana.

Namun untuk biaya masuk ke Pantai Biru, Jumriana mengungkapkan pihaknya mengenakan tarif Rp 10 ribu untuk kendaraan roda dua sedangkan untuk roda empat biaya masuknya Rp 30 ribu rupiah.

“Fasilitas kami ada gazebo, kamar mandi, toilet dan mushala,” ungkapnya.

Sedangkan untung wahana yang bisa dinikmati oleh para pengunjung, pokdarwis juga telah menyediakan beberapa wahana diantaranya snorkling, perahu ketinting yang mana itu nantinya akan mengitari bibir pantai hingga banana boat.

“Alhamdulillah semua ada, namun untuk wahana snorkeling dan banana boat sedang ada masalah, kalau snorkeling itu aktif ketika ombak sedang baik kalau ombak sedang tinggi maka tidak bisa dibuka,” katanya.

“Untuk wahana snorkeling itu juga kami kenakan tarif Rp750 ribu untuk sekali menyelam semuanya disediakan oleh pihak pengelola,” tutupnya.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan di hari libur lebaran, Jumriana juga mengutarakan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk dapat meningkatkan sejumlah objek wisata di Desa Kersik salah satunya Pantai Biru.

Saat ini, kondisi Pantai Biru sedang mengalami abrasi yang disebabkan oleh ombak pantai. Untuk ia meminta kepada Pemkab Kukar untuk dapat membuat penahan ombak sehingga tidak terjadi abrasi yang lebih parah.

“Tahun lalu tidak banyak, tetapi sekarang kami terus tergerus 5 sampai 10 meter tiap tahunnya. Tapi tahun ini ada 6 meter dari pinggir pantai yang daratan. Sekarang Januari sampai Maret ini lima meter hanyut, pohon yang telah kami tanam pinggir pantai itu diambil ombak,” tutupnya.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar

Trafik Data Indosat di Kalimantan Naik 27,6 Persen pada Semester I 2026

29 Juli 2026 - 18:41 WITA

trafik data Indosat Kalimantan

Fraksi PDI-P Walk Out, Aulia Pertanyakan Dukungan terhadap Kukar Idaman Terbaik

28 Juli 2026 - 21:05 WITA

Fraksi PDI-P walk
Trending di Pemerintahan