Menu

Mode Gelap

Dispar Kutai Kartanegara · 4 Mei 2025 21:25 WITA

Pariwisata Kukar Terus Bersolek untuk Dongkrak Daya Tarik dan PAD


Teks foto : Plt Kadispar Kukar Arianto (istimewa) Perbesar

Teks foto : Plt Kadispar Kukar Arianto (istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kini tengah gencar melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sektor pariwisata. Langkah ini diambil sebagai upaya serius untuk mengangkat daya saing destinasi lokal serta meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada penguatan konsep dan inovasi dalam setiap pengelolaan destinasi.

“Kami ingin setiap tempat wisata tidak hanya bagus secara tampilan, tapi juga mampu memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan. Untuk itu, evaluasi kami lakukan secara berkala untuk melihat apa saja yang perlu dibenahi,” ujarnya,belum lama ini.

Beberapa destinasi unggulan yang masuk dalam radar pembenahan antara lain Pulau Kumala, Waduk Panji Sukarame, Planetarium Jagat Raya, Pantai Tanah Merah Samboja, dan Tugu Khatulistiwa di Santan Ulu. Masing-masing destinasi memiliki tantangan dan peluang berbeda.

Pulau Kumala, yang dikenal sebagai ikon wisata Kukar di Sungai Mahakam, dinilai masih belum optimal dalam menarik kunjungan meskipun telah dilengkapi wahana seperti waterboom. Menurut Arianto, pengembangan konsep atraksi serta promosi yang lebih agresif diperlukan untuk menghidupkan kembali destinasi ini.

Sementara itu, Tugu Equator di Santan Ulu disebut menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi dan lingkungan. Sayangnya, hingga kini kawasan tersebut belum digarap secara maksimal.

“Kalau kawasan itu dilengkapi dengan fasilitas kuliner, paket edukatif, dan promosi yang menarik, bukan tidak mungkin menjadi destinasi unggulan. Sekarang ini masih sebatas monumen dengan rest area biasa,” terang Arianto.

Di sisi lain, Pantai Tanah Merah Samboja justru menjadi contoh pengelolaan yang cukup berhasil. Dengan kunjungan yang terus meningkat dari berbagai kalangan, pantai ini telah menjadi lokasi favorit bagi warga dan komunitas.

Menjawab tantangan dan perbedaan di tiap destinasi, Dispar Kukar kini tengah menyiapkan strategi komprehensif. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata, kerja sama dengan pelaku usaha dan komunitas, hingga memperluas jangkauan promosi digital.

“Kita punya kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Tantangannya sekarang adalah bagaimana membungkus semua itu dengan cara yang kreatif dan profesional agar bisa berdampak langsung pada ekonomi masyarakat dan daerah,” tutup Arianto.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Karhutla Dekati Permukiman Pendingin, Empat RT Berpotensi Terdampak

18 Agustus 2026 - 19:40 WITA

Pesut yang Menepi dan Karpet Hijau yang Menghipnotis di Dasar Danau Semayang

18 Agustus 2026 - 18:13 WITA

Remisi HUT RI, 14 Warga Binaan di Kukar Langsung Bebas

17 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Semangat Kemerdekaan Jadi Momentum Kukar Berdiri di Atas Kaki Sendiri

17 Agustus 2026 - 12:54 WITA

Jalan Margasari Ambruk, Jalur Tenggarong-Loa Janan Lumpuh Total

15 Agustus 2026 - 13:46 WITA

Aulia Lantik Camat Sanga-Sanga dan Pejabat Fungsional, Perkuat Roda Pemerintahan Kukar

14 Agustus 2026 - 19:21 WITA

Trending di NEWS