Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 16 Okt 2026 20:12 WITA

Pemkab Kukar Perkuat Pencegahan Kebakaran, Rendi Solihin Tekankan Kesiapan Petugas dan Relawan


 Pemkab Kukar Perkuat Pencegahan Kebakaran, Rendi Solihin Tekankan Kesiapan Petugas dan Relawan Perbesar

Teks foto: Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menyoroti pentingnya kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran dalam menghadapi risiko kebakaran di kawasan permukiman. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis memperkuat dukungan terhadap petugas dan relawan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan optimal.

Menurut Rendi, upaya memperkuat penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika api sudah membesar. Kesiapan peralatan, pelatihan, serta dukungan operasional bagi relawan juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Peralatan harus memadai dan para relawan harus didukung,” ujar Rendi.

Ia menegaskan, dukungan terhadap Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana) menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran membutuhkan peralatan yang memadai, pelatihan, perlindungan, serta kesiapan operasional untuk menunjang tugas mereka di lapangan.

Rendi menilai, kebutuhan tersebut perlu diperhitungkan dalam perencanaan dan penganggaran daerah. Dengan dukungan yang memadai, petugas dan relawan diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih optimal ketika menghadapi keadaan darurat.

Selain kesiapan sarana, Rendi juga meminta OPD teknis dan para camat memperkuat langkah pencegahan kebakaran di lingkungan masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pengurus rukun tetangga (RT) diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Ia mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), patroli malam, serta mitigasi bencana hingga tingkat RT. Masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi mengenai potensi penyebab kebakaran, termasuk risiko dari instalasi listrik dan penggunaan kompor.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengenali potensi bahaya sejak dini. Upaya pencegahan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas dan relawan dalam merespons kejadian kebakaran.

Rendi turut menyinggung kebakaran di Tenggarong yang merenggut nyawa seorang ayah dan dua anaknya. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat melalui langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang lebih baik.

“Keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi fokus kita hari ini,” tegasnya.

Ia meminta seluruh OPD dan camat tidak menunggu terjadinya musibah untuk mengambil tindakan. Penguatan koordinasi, pencegahan di lingkungan permukiman, serta dukungan terhadap petugas dan relawan harus menjadi perhatian bersama guna mengurangi risiko kebakaran di Kukar.

“Jangan menunggu musibah terjadi baru kita bergerak. Setiap menit sangat berarti dan setiap nyawa harus kita lindungi,” pungkasnya.(adv/diskomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kehilangan Air PDAM Kukar Capai 48 Persen, Wilayah Pesisir Butuh Teknologi Khusus

7 November 2026 - 18:19 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Skema Internet Gratis untuk 3.214 RT, Teknologi Disesuaikan Kondisi Wilayah

7 November 2026 - 18:18 WITA

Kukar Idaman Terbaik Integrasikan Pembangunan Permukiman dengan Pelestarian Lingkungan

7 November 2026 - 17:20 WITA

Kukar Idaman Terbaik Dorong Penataan Desa Ramah Lingkungan, Aulia Tekankan Pelestarian Hutan dan Mangrove

7 November 2026 - 17:18 WITA

Aulia Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi, Komunikasi dan Pelayanan Publik Jadi Sorotan

6 November 2026 - 22:34 WITA

150 Rumah di Bantaran Sungai Tenggarong Direlokasi, Pemkab Kukar Siapkan Lokasi di Mangkurawang dan Jongkang

6 November 2026 - 22:32 WITA

Trending di Advertorial