Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 23 Mar 2026 17:12 WITA

Penurunan Pengunjung Museum Kayu Tenggarong saat Lebaran, Dari 1.000 ke Puluhan Orang


Sejumlah pengunjung berfoto di dalam Museum Kayu Tenggarong saat libur Lebaran, di tengah tren penurunan jumlah kunjungan dibanding tahun sebelumnya. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Sejumlah pengunjung berfoto di dalam Museum Kayu Tenggarong saat libur Lebaran, di tengah tren penurunan jumlah kunjungan dibanding tahun sebelumnya. (Angga/okeborneo.com)

Okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Libur Lebaran yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata justru tidak berpihak pada Museum Kayu Tenggarong tahun ini. Jumlah pengunjung tercatat jauh menurun dibanding periode yang sama tahun lalu, di tengah menjamurnya destinasi wisata baru di berbagai wilayah.

Pada beberapa hari awal setelah dibuka, jumlah kunjungan hanya berkisar 65 hingga 80 orang per hari. Angka ini terpaut jauh dari capaian sekitar 1.000 pengunjung selama libur Lebaran tahun lalu.

Pengelola Museum Kayu, Sofian Hadi, mengatakan penurunan tersebut mulai terlihat sejak hari-hari awal operasional pasca Lebaran. Meski sempat terjadi peningkatan pada H+3, jumlahnya belum mampu mendekati capaian tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat beberapa hari setelah dibuka, memang ada peningkatan. Tapi dibandingkan tahun lalu, jauh menurun,” ujarnya, Senin (24/3/2026).

Museum Kayu mulai dibuka pada hari kedua Lebaran, sementara pada hari pertama tidak beroperasi.

Sofian menyebut, salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan kunjungan adalah semakin banyaknya pilihan destinasi wisata baru di berbagai daerah. Sejumlah lokasi di Samarinda, Loa Janan, hingga wilayah Kota Bangun dan Muara Muntai kini menjadi alternatif bagi masyarakat.

“Sekarang banyak wisata baru, mungkin masyarakat lebih tertarik ke tempat-tempat tersebut,” katanya.

Meski mengalami penurunan, pengunjung Museum Kayu tidak hanya berasal dari Kutai Kartanegara. Sejumlah wisatawan datang dari luar daerah, seperti Malang, Balikpapan, Bontang, hingga Kabupaten Paser.

Salah satu pengunjung asal Balikpapan, Indra, mengaku baru pertama kali mengunjungi Museum Kayu setelah mengetahui informasi dari media sosial.

“Saya lihat dari rekomendasi di media sosial dan baca komentar, jadi penasaran ingin ke sini,” ujarnya.

Ia menilai Museum Kayu cukup menarik sebagai destinasi wisata edukasi, namun menyarankan agar penataan area depan museum dapat ditingkatkan agar lebih menarik bagi pengunjung.

“Mungkin bagian depan bisa lebih ditata lagi, misalnya ditambah taman supaya lebih menarik,” katanya.

Hingga saat ini, pengelola belum dapat memastikan total penurunan jumlah pengunjung, mengingat masa libur Lebaran masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (atr)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jalan Margasari Ambruk, Jalur Tenggarong-Loa Janan Lumpuh Total

15 Agustus 2026 - 13:46 WITA

Aulia Lantik Camat Sanga-Sanga dan Pejabat Fungsional, Perkuat Roda Pemerintahan Kukar

14 Agustus 2026 - 19:21 WITA

Lampiran Honor Disdikbud Disebut Berbeda, Dosen Hukum Urai Batas Peran Bankaltimtara

12 Agustus 2026 - 17:08 WITA

Bankaltimtara

Kekurangan Air Tekan Sawah Kukar, Hasil Panen Diperkirakan Turun Jadi 2 Ton per Hektare

12 Agustus 2026 - 16:52 WITA

kekurangan air sawah Kukar

Polisi Ungkap Dugaan Motif Pembakaran Ruang Rapat Diskominfo Kukar: Kesal Jadi Bahan Olokan

11 Agustus 2026 - 15:36 WITA

motif pembakaran Diskominfo Kukar

Ruang Rapat Diskominfo Kukar Terbakar, Seorang Tenaga Kontrak Diamankan

11 Agustus 2026 - 12:18 WITA

kebakaran ruang rapat Diskominfo Kukar
Trending di Peristiwa