Menu ✖

Mode Gelap

Pendidikan · 26 Okt 2026 18:53 WITA

Pesantren Masa Depan, Hetifah Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Kesempatan Setara bagi Santri


 Anggota DPR RI Komisi 8 Hetifah Sjaifudian (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Anggota DPR RI Komisi 8 Hetifah Sjaifudian (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA – Anggota DPR RI Komisi VIII, Hetifah Sjaifuddian, menyoroti empat tantangan yang perlu diantisipasi pesantren dalam mempersiapkan santri menghadapi perubahan zaman. Tantangan tersebut meliputi perkembangan teknologi, persaingan pendidikan dan pekerjaan, arus informasi digital, serta perubahan kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Hetifah dalam kegiatan bertema Pesantren Masa Depan: Pendidikan Berkualitas dan Kesempatan yang Setara bagi Santri di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Menurut Hetifah, pesantren perlu mempersiapkan santri agar mampu menghadapi perubahan yang berlangsung di berbagai sektor kehidupan. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan digitalisasi, misalnya, telah mengubah cara manusia belajar dan bekerja.

Di sisi lain, persaingan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan menuntut santri memiliki kompetensi yang relevan. Bekal ilmu agama perlu diperkuat dengan pengetahuan umum dan keterampilan agar santri mampu bersaing serta mengambil peran di berbagai bidang.

Tantangan berikutnya adalah derasnya arus informasi dan budaya digital. Santri perlu dibekali kemampuan memilah informasi, menjaga etika dalam menggunakan teknologi, serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.

Selain itu, perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja membutuhkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama.

Hetifah menegaskan, pendidikan pesantren pada masa depan perlu dibangun di atas sejumlah fondasi utama, yakni ilmu agama, ilmu pengetahuan, keterampilan digital, serta karakter dan akhlak. Keempat aspek tersebut dinilai penting untuk membentuk santri yang mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar pendidikan pesantren.

Selain kesiapan menghadapi perubahan zaman, Hetifah juga menekankan pentingnya pemerataan kesempatan bagi seluruh santri. Menurut dia, setiap santri berhak memperoleh peluang yang adil untuk berkembang, terlepas dari latar belakang maupun kondisi sosial dan ekonomi.

“Kesempatan boleh berbeda, tetapi negara harus memastikan setiap santri memiliki peluang yang adil untuk berkembang,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam pembahasan mengenai kesetaraan akses pendidikan tersebut.

Ia menilai, santri memiliki potensi untuk maju dan berkontribusi bagi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan pesantren perlu diwujudkan melalui akses bantuan pendidikan, perhatian yang memadai, serta kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Santri juga perlu memperoleh akses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa diskriminasi. Dengan demikian, kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan dapat berjalan beriringan.

Melalui penguatan kualitas pendidikan dan akses yang lebih adil, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam nilai keagamaan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.(atr)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kukar Siapkan Fondasi SDM Berkualitas, 500 Satuan PAUD Jadi Modal Wajib Belajar Prasekolah

26 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Operasi Patuh Mahakam 2026, Dishub Kukar Perkuat Pengawasan Teknis Kendaraan

26 Oktober 2026 - 18:56 WITA

MGRM Bidik Bisnis Non-PI, Upaya Perkuat Sumber Pendapatan Daerah Kukar

26 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Hetifah Sjaifuddian Dorong Masjid di Kukar Perkuat Pendidikan dan Kepedulian Sosial

26 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Aliansi Minta Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD di Muara Jawa Diusut

26 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Diduga Cabuli Murid SD, Oknum Guru di Muara Jawa Dipolisikan

26 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru