Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 20 Des 2021 18:06 WITA

Ratu Praboe Ningrat Dimakamkan Berdampingan dengan Sultan Adji Mohammad Salehuddin II


Ratu Praboe Ningrat Dimakamkan Berdampingan dengan Sultan Adji Mohammad Salehuddin II Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dilaksanakan dengan prosesi adat Ratu Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Hj Adji Aida Amidjoyo gelar Ratu Praboe Ningrat binti Adji Raden Ario Amidjoyo dimakamkan berdampingan dengan sang suami Sultan Adji Mohammad Salehuddin II di komplek makam Para Raja Kutai Kartanegara dan keluarga di Museum Mulawarman, Senin (20/12/2021).

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah yang hadir dalam prosesi pemakaman menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian almarhumah dan berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang turut mendoakan.

“Atas nama pemerintah sekaligus mewakili masyarakat Kukar menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian Ibunda Hj Adji Aida dan kita semua kehilangan orang tua kita, banyak pelajaran dari ibunda baik secara pribadi dan keluarga serta beliau banyak memberikan nasihat yang sampai hari ini terus kami ingat,” ucapnya.

Edi juga menyampaikan meskipun usia beliau sudah 90 tahun lebih beliau masih ingat dengan rakyat Kukar dan berpesan khusus untuk Edi.

“Laksanakan amanah nak yoh, agar amanah dan tulus ikhlas,” kata Edi menirukan pesan Almarhumah.

Lebih lanjut dikatakan Edi, atas nama keluarga dan masyarakat Kukar ia menyampaikan duka yang mendalam, semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni dan mendapatkan tempat teristimewa di sisi Allah SWT.

“Kami mendoakan almarhumah semoga berpulang dengan husnul khatimah serta keluarga besar diberikan ketabahan,” tutup Edi.

Sementara itu mewakili kerabat Kesultanan Kutai, Raden Dedi Hartono mengungkapkan rasa yang sangat sedih apalagi beliau yang dituakan dan sering kali memberikan nasihati agar menjaga adat dan persatuan antar keluarga serta masyarakat Kutai.

“Beliau berpesan,agar menjalankan amanah yang dijalan secara adat serta keharmonisan keluarga serta hubungan masyarakat dan pemerintahan,” jelasnya.

“Tetap menjaga adab bersosialisasi kepada masyarakat dan tidak membanggakan gelar bangsawan di kehidupan sosial,”sambungnya.

Dedi menceritakan pula almarhumah juga masih keturunan Kerajaan Sambaliung Berau, Almarhumah adalah salah satu cucu terakhir Kerajaan Berau dan Ayah beliau merupakan bangsawan dari kerajaan Kutai.

“Beliau tinggal berpindah-pindah karena mengikuti tugas dari ayahanda beliau, terakhir beliau sempat tinggal di kawasan Samboja dan diculik oleh penjajah dan tidak pernah ketemu hingga kini,” jelasnya.

Almarhumah merupakan pejuang bagi keluarga dan kerabatnya, karena beliau sejak dulu selalu menghidupi dan membimbing keluarga dan adik-adiknya dari dahulu hingga kini.

“Setelah menikah dengan Sultan Adji Mohammad Salehuddin II beliau tinggal di Belanda selama 6 tahun lalu kembali ke Kutai Kartanegara hingga beliau berpulang,” tutupnya.

Sebagai informasi, Hj Adji Aida wafat di usia ke 93 tahun, sampai diakhir hayatnya, beliau meninggalkan 10 orang anak, 29 orang cucu dan 41 orang cicit. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Landa Desa Sebuntal, 1 Rumah Hangus Terbakar

16 Juni 2025 - 11:53 WITA

Dikabarkan Pemuda Berprofesi Sebagai Badut Terjun ke Sungai Mahakam

12 April 2025 - 23:35 WITA

RSUD AM Parikesit Evakuasi Pasien ke Gedung Baru yang Akan Difungsikan sebagai Poliklinik

24 Oktober 2024 - 22:18 WITA

Insiden Ambruknya Atap Gedung, Direktur RSUD AM Parikesit Pastikan Pasien Dievakuasi dalam Kondisi Aman

24 Oktober 2024 - 18:53 WITA

Plafon Gedung RSUD AM Parikesit Ambruk Akibat Angin Deras

24 Oktober 2024 - 17:47 WITA

Kemacetan Panjang di Jembatan Kartanegara, Akses ke RSUD AM Parikesit Tersendat

21 September 2024 - 15:46 WITA

Trending di Peristiwa