okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Kebakaran besar melanda permukiman warga Dusun Kampung Baru RT 011, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kamis (23/4/2026) dini hari. Sedikitnya lima rumah ludes terbakar, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan akibat terdampak api. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.45 Wita. Beberapa menit kemudian, laporan diterima petugas pemadam kebakaran yang langsung mengerahkan personel ke lokasi.
Saat tim tiba sekitar pukul 02.07 Wita, kobaran api disebut sudah membesar dan melalap sejumlah bangunan. Material rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Upaya pemadaman dilakukan tim Damkarmatan Pos Sektor Kota Bangun bersama relawan dan warga setempat. Api berhasil dikendalikan sekitar satu jam kemudian, dilanjutkan proses pendinginan hingga menjelang subuh untuk mencegah munculnya titik api baru.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, mengatakan kerja sama petugas dan warga menjadi faktor penting dalam menekan dampak kebakaran.
“Api cepat membesar karena kondisi bangunan, namun kerja sama semua pihak membuat kebakaran dapat segera dikuasai,” ujarnya.
Data sementara mencatat lima rumah yang terbakar masing-masing milik Ahmad Supian, Syahril, Mardiansyah, Syamsuddin, dan Johan.
Sementara itu, tiga rumah lain milik Darwin, Azwar, dan Darmawan mengalami kerusakan akibat terdampak kobaran api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik dari meteran salah satu rumah warga. Penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penanganan kejadian ini, petugas mengerahkan dua unit armada pemadam berkapasitas 3.500 liter dan 5.000 liter beserta peralatan pendukung.
Operasi pemadaman juga melibatkan unsur Muspika Kecamatan Kota Bangun, kepolisian, TNI, tenaga medis, relawan, serta masyarakat setempat.
Pasca kejadian, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait menggelar rapat koordinasi di lokasi. Salah satu langkah awal yang disepakati adalah mendirikan posko darurat untuk membantu warga terdampak. (atr/bby)








