Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 13 Mei 2026 18:10 WITA

Produksi Batu Bara Kaltim Diprediksi Turun 35 Persen, Seno Aji Ingatkan Dampak ke Tenaga Kerja


Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat menghadiri Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat menghadiri Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Produksi batu bara di Kalimantan Timur diperkirakan turun hingga 35 persen saat kebijakan pembatasan mulai diterapkan pada 2026-2027. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengingatkan penurunan itu dapat berdampak pada tenaga kerja jika daerah tidak segera menyiapkan sektor ekonomi alternatif.

Seno mengatakan, perekonomian Kaltim selama ini masih bertumpu pada sektor pertambangan. Karena itu, penurunan produksi batu bara berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau produksi batu bara menurun, tentu akan berdampak pada tenaga kerja. Ini yang harus kita antisipasi dari sekarang,” ujar Seno Aji saat menghadiri Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur di Grand Elty Singgasana Hotel, Selasa (12/5/2026).

Menurut Seno, pengurangan aktivitas tambang dapat memicu risiko pemutusan hubungan kerja apabila pemerintah daerah tidak menyiapkan sektor lain yang mampu menyerap tenaga kerja.

Ia menilai Kaltim tidak bisa terus bergantung pada komoditas tambang. Selain menghadapi potensi pembatasan produksi, sektor tersebut juga rentan terhadap perubahan harga pasar.

Karena itu, Pemprov Kaltim mulai mendorong transformasi ekonomi menuju sektor yang lebih berbasis masyarakat, kreativitas, dan penguatan sumber daya manusia.

“Ke depan kita harus memperkuat ekonomi berbasis masyarakat dan kreativitas. Ini menjadi jalan untuk menjaga lapangan pekerjaan dan mengurangi risiko meningkatnya angka kemiskinan,” katanya.

Seno menyebut pengembangan ekonomi kerakyatan perlu diperkuat di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Sektor yang dapat didorong antara lain UMKM, industri kreatif, dan usaha berbasis komunitas.

Menurutnya, sektor-sektor tersebut dapat menjadi penyangga ekonomi baru di tengah potensi berkurangnya aktivitas industri pertambangan dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan menyiapkan ekonomi alternatif sejak awal, pemerintah berharap masyarakat tetap memiliki peluang kerja dan sumber penghasilan di luar sektor tambang.

Seno menegaskan, antisipasi terhadap penurunan produksi batu bara harus dilakukan sebelum dampaknya meluas. Penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan usaha berbasis komunitas menjadi bagian dari upaya Kaltim mengurangi ketergantungan terhadap tambang. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HMI Kukar Soroti Pinjaman Rp820 Miliar, Desak Bankaltimtara Kawal Pengelolaan Keuangan Daerah

24 Agustus 2026 - 16:02 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Berawal dari Minta Tumpangan, Pria di Muara Kaman Diduga Serang Korban di Kebun Sawit

21 Agustus 2026 - 20:46 WITA

Erau 2026 Dikawal Kejari Kukar, Pemkab Pastikan Pelaksanaan Sesuai Aturan

20 Agustus 2026 - 19:43 WITA

Karhutla Picu Kabut Asap hingga Tenggarong, Pemkab Kukar Perkuat Koordinasi Penanganan

20 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Trending di Home