Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 24 Jul 2022 22:37 WITA

Resmi Ditutup, Sandiaga Uno Puji Gelaran TIFAF 2022


Resmi Ditutup, Sandiaga Uno Puji Gelaran TIFAF 2022 Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Gelaran Tenggarong Internasional Folks Art Festival (TIFAF) tahun 2022 dengan tema “Festival Seni Nusantara untuk Dunia” secara resmi ditutup oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini TIFAF tahun 2022 secara resmi ditutup,” sebut Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Minggu (24/7/2022).

Sandiaga mengatakan, bahwa gelaran TIFAF ini sangat berkualitas dan berhasil membuktikan dirinya bahwa event ini pantas masuk sebagai Event Karisma Nusantara, dan ini tentunya bagian dari untuk meningkatkan kualitas ekonomi pasca pandemi.

“Event ini layak masuk dalam kalender event Karisma Nusantara dan kami yakin Festival ini akan membangkitkan geliat ekonomi di Kukar pasca pandemi,” ungkapnya.

Tercatat sebanyak 100 ribu pengunjung yang menghadiri gelaran TIFAF selama 5 hari, tentunya ini tidak hanya meningkatkan ekonomi kerakyatan namun juga turut mendukung dalam pengembangan seni dan budaya.

Menurutnya, ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan secara baik oleh Pemkab Kukar dalam peningkatan seni dan budaya dan harus dilakukan secara berkolaborasi untuk meningkatkan kualitasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar, Edi Damansyah mengucapkan rasa terimakasih kepada Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno telah menyempatkan waktu untuk hadir sekaligus menutup rangkaian Festival TIFAF tahun 2022.

“Semoga ini menjadi dorongan dan motivasi Pemkab Kukar agar semakin baik lagi dalam mewadahi para pelaku seni dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Edi juga turut menyampaikan terimakasih kepada seluruh perwakilan peserta TIFAF 2022 baik itu perwakilan dari berbagai negara, provinsi dan tingkat kecamatan.

Dirinya menyebutkan, bahwa Kukar menurut kajian dari beberapa akademisi daerah Kukar merupakan gambaran Indonesia mini, karena di dalamnya terdapat bermacam-macam suku dan budaya.

“Tentunya ini merupakan salah satu aset Kukar untuk mengembangkan seni dan budaya yang ada di Kukar secara berkolaborasi,” tuturnya.

Edi berkomitmen bahwa sektor pariwisata akan menjadi sektor andalan Kukar dan tidak lagi bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA) , karena SDA ini tidak dapat diperbarui dan membutuhkan waktu yang sangat panjang.

“Kami berkomitmen menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dan tidak bergantung pada SDA Kita ingin memperkuat dengan pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif, ” tutupnya. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hangatnya Bukber Kesahmati Samarinda,Tetap Solid Sejak 2010

14 Maret 2026 - 04:07 WITA

DLHK Kukar Nilai APKASINDO Berperan Penting Dorong Industri Sawit Berkelanjutan

4 November 2025 - 19:40 WITA

Industri sawit berkelanjutan

Edukasi Sampah Bank Sampah Etam Idaman Ubah Cara Pandang Warga Jahab

6 Oktober 2025 - 19:40 WITA

edukasi sampah Bank Sampah Etam Idaman

Zero Waste di Kutai Kartanegara Bisa Tercapai Lewat Budaya Peduli Lingkungan

30 September 2025 - 13:54 WITA

zero waste di Kutai Kartanegara

Drone Pertanian dan Bioinfigurasi Dongkrak Panen Padi di Kukar, BI dan Politani Turut Terlibat

12 September 2025 - 15:16 WITA

Cerita Inspiratif Inovasi Samsung dari 3 Anak Muda Indonesia

28 Agustus 2025 - 17:50 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru