okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Dalam rangka menyambut momen tersebut, sebanyak 15 personel Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi bersih-bersih di area Monumen Pancasila.
Kepala Satpol PP Fida Hurasani mengatakan, ini sudah kedua kalinya Satpol PP melakukan bersih-bersih. Sebelumnya, pihaknya hanya melakukan pembersihan coretan saja. Namun kali ini secara menyeluruh karena monumen ini catnya sudah memudar.
“Karena Monumen Pancasila ini memiliki kenangan banyak serta merupakan simbol negara, jadi harus dirawat terus,” ujarnya.
Fida mengatakan, untuk biaya pembersihan pihaknya tidak menggunakan anggaran sedikitpun, melainkan melalui dana pribadi atau patungan serta hanya modal bagian dari niat.
“Ini sama sekali tidak menggunakan dana anggaran, tetapi ini murni niat dari hati kami sendiri, serta ada beberapa rekanan yang berpartisipasi dengan membeli cat dan menyediakan makanan,” sebut Fida.
Fida menceritakan, bahwasanya dulu Monumen Pancasila merupakan salah satu objek yang digunakan untuk anak-anak muda pada jamannya, untuk berkreatifitas dan mengembangkan dirinya.
“Kalau dulu itu Monumen Pancasila memang dijadikan untuk meningkatkan kreatifitas,” ucapnya.
Dirinya berpesan kepada generasi sekarang, untuk selalu mengingat sejarah perjuangan para pejuang terdahulu. “Dari Monumen Pancasila itu lah kita bisa belajar sejarah, karena di bagian sisi kiri dan kanan itukan ada replika yang menceritakan perjuangan pejuang di masa lalu serta ada juga cerita bagaimana pemberontakan G30S/PKI, anak jaman sekarang harus tau itu,” pungkasnya. (atr/ob1/ef)










