Menu

Mode Gelap

Pemkab Kutai Kartanegara · 21 Mar 2023 16:32 WITA

Semarakkan Hari Besar Umat Hindu, Desa Kertabuana Gelar Pawai Ogoh-Ogoh


patung ogoh-ogoh yang dibuat oleh masyarakat Desa Kertabuana (Istimewa) Perbesar

patung ogoh-ogoh yang dibuat oleh masyarakat Desa Kertabuana (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi tahun 2023, Desa Kertabuana , Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kembali melaksanakan pawai Ogoh-Ogoh, Selasa (21/3/2023).

“Perayaan ogoh-ogoh ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan tiap tahunnya, akan tetapi tahun kemarin sempat tidak terlaksana karena covid 19. Tapi tahun ini kembali dilaksanakan untuk menyemarakkan hari besar umat Hindu, ” kata Kepala Desa (Kades) Kertabuana, I Dewa Ketut Adi Basuki.

Total ada lima ogoh-ogoh yang ditunjukkan pada saat pawai tersebut. Acara tersebut, Ketut menyebutkan bisa menyedot wisatawan dari berbagai daerah seperti Samarinda dan Tenggarong karena kegiatan ini hanya dijumpai satu tahun sekali.

“Kebetulan tahun ini pertama setelah Covid-19, dua tahun tidak ada ogoh-ogoh jadi kita laksanakan kembali, ” katanya.

Ketut memastikan jumlah penonton maupun peserta pawai ogoh-ogoh berjumlah sekitar seribu orang. Dan ini jelas berdampak baik terhadap perekonomian warga sekitar yang memanfaatkan untuk berjualan.

“Pawai ini berlansung dari jam 17.00 s.d 22.00 WITA, dengan mengelilingi area Desa Kertabuana sepanjang 4 kilometer, ” sebutnya.

Selain itu, demi meramaikan perayaan tersebut pihaknya juga bakal melaksanakan Catur Brata Penyepian. Atau tidak melakukan aktivitas sama sekali. Kegiatan tersebut pun mendapat dukungan penuh dari warga non Hindu. Disini cukup kental nilai toleransinya.

“Jadi dukungan dari Non Hindu ini luar biasa dan animo mereka untuk mengikuti kegiatan ini juga luar biasa, ” pungkasnya.

Sekedar informasi, ogoh-ogoh adalah patung atau boneka raksasa yang dibuat oleh masyarakat Bali sebagai bagian dari perayaan Nyepi atau tahun baru Saka. Ogoh-ogoh biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti bambu, kertas, dan kain yang kemudian diberi hiasan dan cat yang mencolok.

Makna dari ogoh-ogoh adalah melambangkan roh jahat atau kejahatan yang ada di dunia, yang kemudian akan diarak keliling kota atau desa sebelum akhirnya dibakar di tempat terbuka pada malam hari.

Pembakaran ogoh-ogoh dilakukan sebagai tindakan simbolis untuk membersihkan dunia dari kejahatan dan membawa keberuntungan serta kedamaian pada tahun baru Saka yang dimulai pada hari berikutnya, Nyepi. Selain itu, pembuatan ogoh-ogoh juga sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan-kekuatan alam dan dewa-dewa Hindu. (adv/diskominfo/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 167 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkab Kukar Tegaskan Sikap Terkait Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Tenggarong Seberang

15 Agustus 2025 - 19:44 WITA

Bupati Kukar Edi Damansyah Pastikan Pujasera Akan Jadi Ikon Baru Pengembangan Komunitas Kuliner Kukar

12 September 2024 - 14:44 WITA

Tak Ambil Pusing Pencalonannya di Pilkada 2024, Edi Damansyah Fokus Sejahterakan Rakyat

19 Mei 2024 - 16:10 WITA

Penasihat DWP Kementerian Kelautan dan Perikanan Lakukan Kunjungan ke Musium Mulawarman

27 April 2024 - 14:25 WITA

Tingkatkan Usaha Pelaku UMKM, Rendi Solihin Ajak Masyarakat Manfaatkan Kredit Kukar Idaman

24 Januari 2024 - 13:30 WITA

Rendi Solihin Pastikan Beasiswa Kukar Idaman Kembali Dibuka di 2024

23 Januari 2024 - 20:22 WITA

Trending di Pemkab Kutai Kartanegara