okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengawas SPBU 64755014 Pesut, Rully Efendi, menegaskan bahwa pihaknya selalu melakukan pengecekan ketat terhadap kualitas bahan bakar minyak (BBM) sebelum didistribusikan ke masyarakat. Hal ini menyusul adanya keluhan dari beberapa konsumen terkait BBM yang mereka beli.
“Saya berharap masyarakat bisa lebih teliti dan tidak langsung menelan mentah-mentah kritik tanpa dasar yang jelas. Kami selalu mengecek kualitas dan suhu BBM, terutama saat periode Lebaran, untuk memastikan standar tetap terjaga,” ujar Rully Efendi.
Menurutnya, sebelum BBM dari mobil tangki dituangkan ke banker SPBU, pihaknya melakukan pengecekan awal menggunakan sounding stick dengan pasta air. Jika tidak ada kandungan air, sampel kemudian diuji ulang dengan ember untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya.
“Untuk Pertamax, standar kualitasnya tidak boleh di bawah 0.720 karena itu sangat buruk. Di SPBU kami, hasilnya mencapai 0.745, yang berarti sudah memenuhi standar kelayakan,” jelasnya.
Terkait keluhan dari pengendara, Rully menyebut sejauh ini ada dua kasus yang ditangani. Salah satunya dari seorang pengendara motor yang merasa BBM bermasalah. Namun, setelah pihak SPBU mengambil sampel langsung dari tangki motornya, hasilnya menunjukkan warna tetap sama dan tidak ada indikasi kontaminasi. Bahkan, BBM tersebut diuji ke motor kantor SPBU, dan hasilnya tidak menimbulkan masalah.
“Ada juga laporan dari pengendara mobil tadi malam, tapi keluhannya hanya disampaikan secara lisan tanpa bukti fisik. Karena itu, kami tidak bisa mempertanggungjawabkan klaim tersebut. Namun, sebagai bentuk tanggung jawab, kami tetap mengganti 4 liter BBM baru,” ungkapnya.
Rully juga mengingatkan bahwa kualitas Pertamax tidak bisa hanya diukur berdasarkan warna. Menurutnya, warna Pertamax bisa bervariasi, mulai dari agak pudar, biru, hingga biru kehijauan. Oleh karena itu, parameter utama dalam penilaian BBM adalah kualitasnya, bukan warna.
“Kami selalu mengutamakan kualitas. Di SPBU kami, kualitas Pertamax berada di angka 0.745 dengan suhu 31 derajat, yang masih sangat layak. Selain itu, setiap BBM yang masuk ke SPBU sudah melalui proses Quality Control (QC) dari pihak supplier sebelum didistribusikan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pengujian, Pertalite di SPBU Pesut tercatat memiliki densitas 0.710, Pertamax 0.720, dan Pertamax Turbo 0.730, yang semuanya masih dalam batas toleransi standar kualitas. Dengan berbagai langkah pengecekan ini, pihak SPBU memastikan bahwa BBM yang disalurkan kepada masyarakat tetap terjaga mutunya dan aman untuk digunakan.(atr/ob1/ef)








