Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 8 Mar 2023 16:13 WITA

Warga Sumber Sari Terus Lakukan Aksi Penolakan Tambang Ilegal


Situasi aksi penolakan tambang ilegal (Istimewa/Sumber foto : Warga Desa Sumber Sari) Perbesar

Situasi aksi penolakan tambang ilegal (Istimewa/Sumber foto : Warga Desa Sumber Sari)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan aksi protes dengan menutup jalan dengan menggunakan portal akibat dari masih aktif nya aktivitas tambang batu bara ilegal di wilayah tersebut.

 

Walaupun Desa Sumber Sari telah ditetapkan sebagai kawasan lumbung pangan Kukar dalam menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu tidak membuat hilangnya tambang ilegal di kawasan desa tersebut. Dipinggiran desa terdapat sebuah lubang besar yang menganga akibat dari aktivitas penambangan ilegal.

 

Kepala Dusun, Sumber Sari, Dedi, mengatakan, hari ini ada kegiatan penolakan tambang ilegal sebab jalan yang biasa digunakan warga desa digunakan truk bermuatan logistik untuk menunjang aktivitas tambang ilegal tersebut.

 

Dalam aksi tersebut Dedi menyebutkan warga sempat ingin langsung menutup akses jalan tersebut dengan memasang sebuah portal. Akan hal tersebut tidak terjadi karena ada salah satu warga ( pemilik lahan) merasa tidak diundang dalam kegiatan rapat.

 

“Tadi sempat ada keberatan dari warga pemilik lahan karena tidak diundang. Akhirnya kesepakatan warga kita akan merapatkan ulang, ” ungkapnya, Kamis (9/3/2023).

 

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, aksi penutupan ini seperti buah simalakama karena disisi lain pihak desa hanya melaksanakan apa yang menjadi warga desanya tapi di satu sisi juga bertentangan dengan warga sendiri juga yang juga kebetulan sebagai pemilik lahan tersebut.

 

“Tadi warga sempat ingin memaksa untuk memasang portal di jalan akan tetapi pihaknya takut terjadi benturan fisik antar warga karena tadi sempat panas situasinya. Kemudian sempat diredakan jangan sampai ada benturan fisik antar individu, ” ucapnya.

 

Pihak desa pun sempat merasa kecewa atas ketidakhadiran aparat keamanan padahal sudah diberikan informasi terkait rencana aksi tersebut. Sebab pihaknya ingin menghindari kontak fisik dengan adanya aparat keamanan otomatis warga akan lebih segan untuk berbuat anarkis.

 

“Inilah yang kami sayangkan kenapa tidak ada aparat yang datang, karena kita menghindari kontak fisik. Dengan adanya aparat warga itu akan lebih segan tapi kenyataan tidak kunjung datang, ” pungkasnya.

 

Setelah melakukan aksi protes, selanjutnya pihak desa akan kembali mengumpulkan warga mulai dari ketua RT untuk mendengarkan kemauan warga seperti apa. Nantinya keputusan warga yang paling banyak itu yang ditetapkan. (atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hangatnya Bukber Kesahmati Samarinda,Tetap Solid Sejak 2010

14 Maret 2026 - 04:07 WITA

DLHK Kukar Nilai APKASINDO Berperan Penting Dorong Industri Sawit Berkelanjutan

4 November 2025 - 19:40 WITA

Industri sawit berkelanjutan

Edukasi Sampah Bank Sampah Etam Idaman Ubah Cara Pandang Warga Jahab

6 Oktober 2025 - 19:40 WITA

edukasi sampah Bank Sampah Etam Idaman

Zero Waste di Kutai Kartanegara Bisa Tercapai Lewat Budaya Peduli Lingkungan

30 September 2025 - 13:54 WITA

zero waste di Kutai Kartanegara

Drone Pertanian dan Bioinfigurasi Dongkrak Panen Padi di Kukar, BI dan Politani Turut Terlibat

12 September 2025 - 15:16 WITA

Cerita Inspiratif Inovasi Samsung dari 3 Anak Muda Indonesia

28 Agustus 2025 - 17:50 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru