Menu

Mode Gelap

Advertorial · 10 Okt 2025 14:53 WITA

36 Laporan Dugaan Pencemaran Lingkungan Masuk ke DLHK Kukar pada 2025


Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan penanganan laporan dugaan pencemaran lingkungan tahun 2025. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan penanganan laporan dugaan pencemaran lingkungan tahun 2025. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan di Kutai Kartanegara meningkat. Sepanjang 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar mencatat 36 laporan dugaan pencemaran lingkungan dari berbagai wilayah, sebagian besar sudah ditangani dengan tuntas.

Pramudia Wisnu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan bahwa dari total laporan tersebut, 20 kasus telah selesai, sementara sisanya masih dalam tahap penanganan. Dua laporan bahkan masih dalam proses verifikasi awal untuk memastikan keabsahannya.

“Jumlah pengaduan tahun ini mencapai 36 kasus. Dua puluh sudah selesai, sebagian sedang ditangani, dan dua masih diverifikasi,” ujar Pramudia di ruang kerjanya, Tenggarong.

Ia menegaskan bahwa tidak semua laporan otomatis dikategorikan sebagai pelanggaran. Setiap pengaduan harus melalui proses verifikasi lapangan guna memastikan bukti-bukti yang valid. “Kami tidak bisa langsung menetapkan pelanggaran tanpa dasar kuat. Semua laporan harus diverifikasi dulu di lokasi kejadian,” katanya.

Tahapan pemeriksaan mencakup peninjauan lokasi, analisis sumber aktivitas usaha, serta pemeriksaan dokumen pengelolaan lingkungan. Bila terbukti melanggar, kasus diserahkan ke bidang teknis yang berwenang menjatuhkan sanksi administratif.

“Sanksi bisa berupa perbaikan dampak lingkungan atau ganti rugi jika ditemukan kerugian nyata,” tambahnya.

Menurut Pramudia, meningkatnya laporan dugaan pencemaran lingkungan juga menunjukkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Namun, hal itu sekaligus menjadi tantangan bagi DLHK untuk memastikan penanganan tetap transparan dan profesional.

“Banyak kasus justru terungkap berkat laporan warga. Karena itu kami dorong masyarakat untuk terus berani melapor jika menemukan dugaan pencemaran,” tuturnya.

DLHK Kukar berharap partisipasi publik dapat berjalan seimbang dengan kepatuhan pelaku usaha. Dengan demikian, upaya menjaga kualitas lingkungan hidup di Kutai Kartanegara dapat berkelanjutan untuk generasi mendatang. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Jelaskan Alasan Tersangka Samarinda Half Marathon Tidak Ditahan

30 Juni 2026 - 18:19 WITA

tersangka Samarinda Half Marathon tidak ditahan

Polisi Sebut Rp280 Juta Dana Samarinda Half Marathon Dipakai Pribadi, EO Jadi Tersangka

30 Juni 2026 - 17:38 WITA

Samarinda Half Marathon tersangka

Orangtua Pendaftar Pertanyakan Transparansi Jalur Prestasi SPMB SMPN 1 Tenggarong

30 Juni 2026 - 17:18 WITA

SPMB SMPN 1 Tenggarong

Tolak Beri Solar, ABK Tugboat Dikeroyok Empat Orang di Sungai Mahakam

30 Juni 2026 - 17:13 WITA

ABK tugboat dikeroyok Sungai Mahakam

Dinkop Kukar Tekankan Tata Kelola TKBM Karya Sejahtera dalam RAT 2025

30 Juni 2026 - 15:20 WITA

RAT TKBM Karya Sejahtera

Bupati Aulia Minta Penerima Honor Tidak Wajar Kembalikan Dana

29 Juni 2026 - 17:00 WITA

temuan honor tidak wajar Kukar
Trending di Pemerintahan