Menu

Mode Gelap

Home · 17 Feb 2024 16:04 WITA

Para Pedagang di Pasar Tangga Arung Minta Relokasi Ditunda Usai Lebaran Idulfitri


Para Pedagang di Pasar Tangga Arung Minta Relokasi Ditunda Usai Lebaran Idulfitri Perbesar

Rapat para Pedagang dengan sejumlah perwakilan pejabat daerah Kukar (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah pedagang Pasar Tangga Arung yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima (FPPKL), melakukan rapat dengar pendapat dengar pendapat bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Adapun perwakilan Pemkab Kukar yang hadir ialah pejabat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kukar. Dalam rapat tersebut, para pedagang meminta kepada Pemkab Kukar untuk dapat menunda relokasi pedagang.

Mereka meminta relokasi pedagang dilakukan setelah Lebaran Idulfitri 2024. Ketua FPPKL, Matrosit mengatakan permintaan relokasi dari pemerintah daerah ini terkesan dadakan. Informasi tersebut ia terima setelah menerima panggilan rapat bersama Disperindagkop.

“Saya sebenarnya baru dengar hari kamis kemaren pada tanggal 15 Februari, itu ada rapat di Disperindag, katanya ada kabar akan direlokasi akhir bulan. Saya rasa ini terlalu mendadak sehingga membuat kegelisahan di teman-teman pedagang,” Ujar Matrosit.

Selain informasi yang diberikan cukup mendadak para pedagang juga merasa bahwa waktu yang diberikan untuk kegiatan relokasi ini tidak tepat mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Matrosit juga mengungkapkan bahwa dewasa ini perputaran ekonomi di pasar Tangga Arung mengalami penurunan akibat naiknya kebutuhan pokok dan momen Ramadhan sengaja ditunggu para pedagang untuk menanggulangi hal tersebut.

Oleh karena itu Matrosit berharap hal ini dapat menjadi pertimbangan para Pemerintah Daerah (Pemda) Kukar beserta Dinas terkait untuk melakukan penundaan relokasi pedagang pasar Tangga Arung selepas lebaran Idul Fitri 1445 H.

“Kami semua para pedagang tadi sudah berkomitmen bahwa pemindahan setelah lebaran teman-teman pasar siap, paling lama seminggu kami siap pindah. Kemudian untuk proses pengundiannya mungkin bisa mulai kita atur seminggu dua minggu ini supaya teman-teman setelah lebaran sudah tau tempat masing-masing sehingga bisa mempersiapkan hal-hal yang perlu disiapkan di sana, ” Ujar Matrosit lagi.

Terakhir Matrosit menegaskan bahwa para pedagang bukan menolak rencana relokasi yang telah dibuat oleh pemerintah, tetapi hanya meminta penundaan sementara saja. Ia beserta para pedagang lainnya bahkan merasa sangat bersyukur atas adanya rencana relokasi dari pemerintah ini karena telah diberikan fasilitas yang layak dan refresentatip.

“Total yang di data kemaren ada 360-an pedagang yang akan direlokasi. Dan semuanya sangat siap untuk pindah. Saya juga berharap sentral ekonomi yang tadinya di pasar sini bisa pindah ke sana,” pungkasnya.(atr)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hangatnya Bukber Kesahmati Samarinda,Tetap Solid Sejak 2010

14 Maret 2026 - 04:07 WITA

Gulma Mengganas di Desa Pela, Nelayan Terhenti dan Habitat Pesut Terancam

17 Januari 2026 - 15:43 WITA

gulma Desa Pela

Disperindag Kukar Mulai Penempatan Pedagang Pasar Baru, Target Penuh Saat Peresmian

18 Desember 2025 - 18:54 WITA

penempatan pedagang Pasar Baru Kukar

Empat Calon Ketua PWI Kukar Resmi Mendaftar, Konferkab Digelar 28 Desember 2025

18 Desember 2025 - 18:45 WITA

PWI Kukar

Satu Tahanan Anak Masih Dicari, Tiga Lainnya Sudah Berhasil Ditangkap Petugas Lapas Tenggarong

11 Desember 2025 - 12:52 WITA

Lapas tenggarong

DPC PDIP Kukar Resmi Miliki Nahkoda Baru, H. Rendi Solihin Ditunjuk sebagai Ketua

9 Desember 2025 - 09:24 WITA

Trending di Home