okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam persiapan perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-11 tingkat Kecamatan Tenggarong tahun 2024. Sikap toleransi ditunjukan warga Kelurahan Jahab. Meski berbeda agama tapi mereka saling bantu membantu dalam menyukseskan pelaksanaan tersebut.
Tindakan seperti itu juga mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang kuat di antara warga. Dengan saling membantu dan mendukung, mereka tidak hanya memperkuat hubungan antaragama, tetapi juga mempererat ikatan sosial dalam masyarakat mereka.
Hal tersebut disampaikan Lurah Jahab, Laoren Sirenden, pada saat pembukaan MTQ pada Rabu (1/5/2024). Ia mengatakan, toleransi antar umat beragama dan masyarakat di Jahab sudah terjalin dengan baik.
Contohnya, dalam kepanitian musabaqah tilawatil quran ini. Melibatkan pegawai kantor kelurahan, ketua rukun tetangga, ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), dan masyarakat.
“Seluruh kepanitiaan ini campur, bukan hanya orang muslim, juga ada teman-teman nasrani ambil bagian dalam kepanitiaan,” ucapnya.
Dia menjelaskan, sejak ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ pada awal April lalu. Dirinya langsung bergerak menyiapkan semua keperluaan acara, mulai dari panitia hingga lokasi lomba.
Selain itu, Kelurahan Jahab juga mendapat sokongan donatur dari berbagai pihak untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari masyarakat, Badan Amil Zakat, Infaq dan Shodaqah (Baznas), karang taruna, hingga perusahaan.
Tema yang diusung kali ini “Mewujudkan Kukar Idaman dengan generasi Quran, unggul, cerdas, dan berakhlakul karimah. Dengan harapan peserta dalam memahami isi Al-Quran dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami telah menyiapkan MTQ ini setelah habis lebaran, jadi kami langsung gas pol. Setelah liburan idul fitri kami tidak ada istirahat sampai malam hari ini,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








