Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 19 Jun 2026 09:50 WITA

Aksi Mahasiswa di Simpang Mahakam Sempat Hambat Lalu Lintas


Massa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Kaltim menggelar aksi di simpang Jalan Slamet Riyadi, dekat Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis, 18 Juni 2026. Aksi tersebut sempat menghambat arus kendaraan di sekitar lokasi. (Pep/OkeBorneo.com) Perbesar

Massa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Kaltim menggelar aksi di simpang Jalan Slamet Riyadi, dekat Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis, 18 Juni 2026. Aksi tersebut sempat menghambat arus kendaraan di sekitar lokasi. (Pep/OkeBorneo.com)

okeborneo.com, SAMARINDA – Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Kalimantan Timur di simpang Jalan Slamet Riyadi, dekat Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis, 18 Juni 2026, sempat menghambat arus kendaraan pada jam pulang kerja.

Massa disebut sempat menutup akses keluar Jembatan Mahakam dari arah Sungai Kunjang. Akibatnya, kendaraan dari arah Samarinda Seberang mengantre hingga ke badan jembatan dan kawasan simpang.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo Fuad turun ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Ia mengerahkan personel lalu lintas dan meminta massa membuka akses jalan agar kendaraan kembali bergerak.

“Jangan tutup jembatan. Tidak boleh ada kendaraan berhenti di atas jembatan karena berbahaya,” kata La Ode saat meminta massa membuka akses kendaraan.

Setelah sekitar satu jam, kepadatan lalu lintas mulai terurai. Namun, massa kemudian memusatkan aksi di tengah persimpangan sehingga arus kendaraan kembali tersendat dari beberapa arah.

Sejumlah pengemudi ojek online melintas di sela kerumunan massa. Salah seorang pengemudi ojol yang membawa paket menyampaikan keberatan karena aksi tersebut menghambat pekerjaannya.

“Kalian aksi menyuarakan suara siapa kalau justru menyusahkan masyarakat begini?” ujarnya.

Ia mengatakan kemacetan membuat pengantaran paket terganggu dan penggunaan bahan bakar bertambah di tengah harga BBM yang dinilainya mahal.

“Ini saya ada paket. Kami ojek cuma kejar untung Rp10 ribu. Kalian halangi jalan. Macet begini habiskan bahan bakar,” katanya.

Ketegangan sempat terjadi antara sejumlah pengguna jalan dan massa aksi. Aparat kepolisian bersama koordinator lapangan kemudian berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi keributan.

Aksi itu digelar Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Kaltim di kawasan simpang Jembatan Mahakam. Massa membubarkan diri sekitar pukul 20.30 WITA dan menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan. (pep/bby)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru