okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Junaidi, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai mendesak, seperti akses jalan, sambungan listrik, air, dan penerangan di wilayah Kukar. Hal ini disampaikannya menyusul banyaknya aspirasi masyarakat yang menyebutkan proyek infrastruktur sejak 2021 masih belum terealisasi.
“Kami melihat dari suara masyarakat yang mengatakan bahwa jalan lanjutan yang sudah diusulkan sejak 2021 belum juga terealisasi. Ini perlu menjadi prioritas kita, terutama karena Tenggarong adalah pusat atau wajah dari Kukar. Jangan sampai ada lagi masalah seperti listrik, air, atau penerangan jalan yang belum terselesaikan,” ujar Junaidi, Selasa (5/11/2024).
Untuk memastikan semua kebutuhan ini terakomodasi dalam APBD 2025, DPRD Kukar berencana menggelar pembahasan secara mendalam dalam waktu dekat. Setiap komisi, mulai dari Komisi 1 hingga Komisi 4, bersama dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), akan diminta untuk melakukan evaluasi mendetail terhadap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tujuannya adalah untuk memahami kebutuhan, kelebihan, dan kekurangan tiap OPD dalam menjalankan program-program mereka.
“Minggu depan, kami akan meminta para komisi untuk membedah apa yang menjadi wilayah kerja masing-masing OPD. Dari sini, kita akan mengetahui apa yang perlu di-back up, apa yang harus dipangkas, dan di mana saja yang perlu mendapat tambahan alokasi anggaran,” jelas Junaidi.
Hasil kajian dari setiap komisi ini nantinya akan diserahkan kepada Badan Anggaran (Banggar) untuk menjadi dasar koreksi terhadap penganggaran yang telah dibahas pada periode DPRD sebelumnya. Dengan langkah ini, Junaidi berharap agar anggaran yang ada bisa lebih tepat sasaran dan efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat Kukar, baik di pusat maupun di daerah-daerah lainnya.
“Proses ini akan membuat Banggar memiliki alat koreksi terhadap penganggaran yang sebelumnya. Harapannya, kita bisa lebih mengutamakan realisasi kebutuhan yang memang sangat mendesak,” tutup Junaidi.(adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)








