okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dua staf Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Kartanegara, Sri Minarti Ningsih dan Arik setya ningsih melaksanakan evaluasi pasca pembekalan keterampilan menjahit dan beternak bebek telur di Kecamatan Samboja pada 25-26 April 2024.
Kegiatan evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari Sub-Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja Tahun 2023 yang sebelumnya melibatkan 10 peserta di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja. Peserta pelatihan menjahit telah menerima bantuan berupa 10 unit mesin jahit dan mesin obras, sementara kelompok peternak bebek telur menerima 300 ekor bebek untuk dibudidayakan.
Sri Minarti Ningsih mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, mesin jahit yang diberikan masih dalam kondisi baik dan aktif digunakan oleh para peserta. Peserta yang telah memiliki dasar keterampilan menjahit mengaku bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas usaha mereka.
“Namun, peserta pemula yang belum menguasai teknik dasar, seperti pembuatan pola dan pengukuran, belum dapat memanfaatkan mesin secara maksimal, ” ungkapnya.
Selain itu, sebagian peserta menghadapi kendala pada biaya operasional listrik. Terbatasnya jenis jasa yang dapat mereka tawarkan, seperti mengecilkan pakaian atau memotong celana, menyebabkan pendapatan mereka tidak sebanding dengan biaya listrik yang dikeluarkan. Mayoritas peserta juga berasal dari keluarga pra-sejahtera yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Para peserta berharap pelatihan lanjutan dapat diadakan untuk meningkatkan keterampilan menjahit, khususnya pada pembuatan pola dan teknik pengguntingan bahan,” katanya.
Sementara itu, hasil evaluasi program ternak bebek telur di sektor peternakan, kelompok peternak melaporkan perkembangan positif dalam pemeliharaan bebek. Bebek yang diberikan telah tumbuh dengan baik dan saat ini dalam proses bertelur. Namun, kelompok menghadapi kendala dalam penyediaan pakan harian.
“Mereka mengharapkan adanya bantuan tambahan untuk kebutuhan pakan agar produktivitas ternak dapat terjaga, ” ungkapnya.
Distranaker Kukar mencatat berbagai masukan dari peserta, termasuk kebutuhan pelatihan tambahan bagi peserta menjahit, serta solusi atas keterbatasan listrik dan biaya pakan bebek. Evaluasi ini menjadi landasan penting untuk meningkatkan efektivitas program perluasan kesempatan kerja di masa mendatang.
Program ini diharapkan dapat terus mendukung pemberdayaan masyarakat Samboja, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









