okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) melalui Kabid Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Syarifah Rosita, mengumumkan akan segera melaksanakan pelatihan pertukangan di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta, menciptakan peluang kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 5 hingga 9 Desember 2024, dan akan diikuti oleh 10 peserta yang telah terpilih.
Program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis dan meningkatkan kompetensi para peserta dalam bidang pertukangan.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, baik melalui pengembangan keterampilan maupun membuka peluang usaha baru,” ujar Syarifah Rosita.
Dengan adanya pelatihan ini, Distransnaker berharap dapat berkontribusi dalam penyediaan tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing di pasar kerja.
Sementara itu, Plt Kepala Distransnaker Kukar, Muhammad Hatta, menyampaikan bahwa pelatihan pertukangan ini adalah wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurutnya, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memberikan bekal bagi mereka untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari visi besar Distransnaker untuk menciptakan masyarakat yang memiliki keterampilan produktif dan mampu bersaing di dunia kerja. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk membuka peluang usaha baru, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi keluarga mereka tetapi juga mendukung penguatan ekonomi daerah,” ujar Muhammad Hatta, Jumat (29/11/2024).
Hatta juga menambahkan bahwa Distransnaker Kukar terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat, dengan tujuan meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di setiap kecamatan. “Kami ingin memastikan bahwa keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini relevan dan dapat diaplikasikan langsung, sehingga memberikan dampak positif yang nyata,” tutupnya.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









