Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 15 Sep 2021 18:07 WITA

Hujan Sejak Pagi, Desa Purwajaya Banjir Lumpur


Hujan Sejak Pagi, Desa Purwajaya Banjir Lumpur Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Desa Purwajaya tepatnya di Kilometer 5, Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami banjir lumpur. Hujan mengguyur sejak pagi hari hingga siang mengakibatkan rumah warga terendam banjir dan beberapa tempat longsor, Rabu (15/9/2021).

Banjir disertai lumpur tersebut terjadi diduga dampak dari aktivitas penambangan batubara yang beroperasi di wilayah Desa Purwajaya dan sekitarnya. Tampak ketinggian banjir bervariasi hingga dengan mencapai pinggang orang dewasa.

Salah satu warga setempat, Munandar (45) saat ditemui mengatakan, sejak tahun 2001 dirinya tinggal di Desa Purwajaya dirinya memang sempat beberapa kali terdampak banjir. Namun hanya banjir yang dirasakan seperti hanya seperti pada umumnya, Kali ini cukup mengagetkan, sebab banjir yang dialami cukup tinggi dan disertai material lumpur.

“Sudah lima kali banjir dalam kurun waktu 2021 kebelakang, tapi ini paling tinggi. Sebelumnya bulan Agustus juga banjir,” ucapnya.

Munandar menduga banjir ini adalah dampak dari aktivitas tambang batubara yang menurut informasi, makin banyak tambang baru yang bermunculan lagi.

“Kalau banjir ya bercampur lumpur seperti ini, aliran sungai disini ada tapi sudah dangkal lagi walaupun sebelumnya sudah sempat dikeruk,” katanya.

“Dari Kecamatan belum ada datang, hanya dari pemadam kebakaran yang datang menyemprot lumpur di depan jalan,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Camat Loa Janan Muhaji mengatakan bahwa pihaknya sudah meninjau lokasi banjir dan longsor yang terjadi di Desa Purwajaya.

“Kita sudah meninjau, Banjir di daerah Jatah dan Sari Mulya dan untuk kabar tanggul jebol tidak ada, karena itu jauh,” jelasnya.

Untuk diketahui beberapa Dusun di Desa Purwajaya hingga saat ini masih terendam banjir yang disertai lumpur. Untuk titik lokasi yang terjadi longsor, saat ini telah ditangani oleh Pramuka Peduli Loa Janan. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pesut Mahakam “Lion” Ditemukan Mati, Populasi Kini Tersisa 65 Ekor

8 Mei 2026 - 13:41 WITA

pesut mahakam

Pedagang Tahura KM 54 Terancam Ditertibkan, Rendi Solihin Siap Pasang Badan

29 April 2026 - 09:41 WITA

Pedagang Tahura KM 54

Lima Rumah Ludes, Kebakaran di Kota Bangun Rugikan Warga Rp3 Miliar

23 April 2026 - 15:41 WITA

Kebakaran kota bangun

Kebakaran Landa Desa Sebuntal, 1 Rumah Hangus Terbakar

16 Juni 2025 - 11:53 WITA

Dikabarkan Pemuda Berprofesi Sebagai Badut Terjun ke Sungai Mahakam

12 April 2025 - 23:35 WITA

RSUD AM Parikesit Evakuasi Pasien ke Gedung Baru yang Akan Difungsikan sebagai Poliklinik

24 Oktober 2024 - 22:18 WITA

Trending di Peristiwa