okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) bekerja sama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kukar mengadakan pelatihan tata boga yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Menariknya, sebanyak 30% peserta pelatihan ini merupakan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Pelatihan yang berlangsung di (sebutkan lokasi dan waktu pelaksanaan) ini diikuti oleh (jumlah peserta) peserta, bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam bidang kuliner kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin memulai atau mengembangkan usaha di sektor tata boga. Materi yang diajarkan mencakup pengolahan bahan makanan, penyajian, hingga strategi pemasaran produk.
Kepala Distransnaker Kutai Kartanegara, Muhammad Hatta, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdaftar dalam DTKS. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama yang berada di bawah garis kesejahteraan, memiliki akses untuk meningkatkan taraf hidup melalui program pelatihan seperti ini,” ujarnya, Kamis (5/12/2024).
Sementara itu, Ketua IWAPI Kukar, Fety Puja Amelia, menambahkan bahwa pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya IWAPI dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM di Kutai Kartanegara. “Kami percaya, keterampilan di bidang tata boga dapat membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga,” katanya.
Salah satu peserta yang berasal dari DTKS, (nama peserta jika ada), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. “Saya sangat bersyukur dapat belajar banyak hal baru, terutama cara membuat makanan yang lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Saya berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk memulai usaha kecil-kecilan di rumah,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat dan diharapkan dapat berlanjut ke program-program serupa di masa depan, mencakup lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi antara Distransnaker dan IWAPI Kukar ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah dan organisasi untuk memberdayakan masyarakat lokal.
Dengan pelatihan seperti ini, Distransnaker dan IWAPI Kukar optimistis dapat membantu menciptakan wirausaha-wirausaha baru di Kutai Kartanegara, sekaligus mendukung visi daerah untuk memberdayakan masyarakat melalui program peningkatan keterampilan.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









