okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Kutai Kartanegara, bekerja sama dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, menggelar pelatihan tata boga sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan membuka peluang usaha baru di sektor kuliner.
Ketua IWAPI Kukar, Fety Puja Amelia, menyampaikan keyakinannya bahwa pelatihan ini akan memberikan dampak positif yang signifikan pada sektor perekonomian lokal, khususnya di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
“Kolaborasi ini kami rancang untuk memberdayakan masyarakat, terutama perempuan, agar mampu mengembangkan potensi mereka di bidang kuliner. Saya yakin pelatihan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga sekaligus menguatkan UMKM di Kutai Kartanegara,” ujar Fety.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk 30% di antaranya merupakan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Materi yang diajarkan mencakup pengolahan makanan, teknik penyajian yang menarik, hingga strategi pemasaran untuk meningkatkan nilai jual produk.
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dengan Distransnajer Kukar. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menciptakan peluang bagi peserta untuk berwirausaha. “Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi pintu bagi peserta untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi antara IWAPI dan Distransnaker Kukar, pelatihan ini diharapkan mampu mencetak wirausaha-wirausaha baru yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. IWAPI Kukar berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan di masa mendatang.
“Bersama, kita wujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui pemberdayaan dan keterampilan,” tutup Fety Puja Amelia.(adv/distransnakerkukar/atr/ob1/ef)









