okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA- Peran guru ngaji dalam membangun karakter generasi muda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Kukar Dapil II, Muhammad Idham. Ia menilai pentingnya memberikan insentif yang layak bagi guru ngaji sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar mereka dalam menanamkan nilai-nilai agama dan membangun akhlak generasi muda.
Saat ini, para guru ngaji di beberapa desa, seperti Tanjung Harapan, Sanggulan, dan Senoni di Kecamatan Sebulu, hanya menerima insentif sebesar Rp200 ribu per bulan. Menurut Idham, angka ini jauh dari memadai jika dibandingkan dengan tanggung jawab besar yang mereka emban.
“Guru ngaji adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mendidik ratusan anak. Upah Rp200 ribu per bulan tentu tidak layak untuk pengorbanan mereka,” ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Idham menjelaskan bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan anggota DPRD lainnya untuk mengusulkan kenaikan insentif guru ngaji, terutama di desa-desa yang menjadi prioritas. Menurutnya, keluhan serupa juga datang dari banyak desa lain di Kukar, sehingga diperlukan solusi yang menyeluruh.
“Kami berharap usulan ini dapat segera diterima dan direalisasikan, dimulai dari Desa Tanjung Harapan, Sanggulan, dan Senoni. Jika berhasil, program ini akan kami dorong untuk mencakup seluruh wilayah Kukar,” tegas Idham.
Selain peningkatan insentif, ia juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih menghargai peran guru ngaji sebagai pondasi pendidikan karakter. Dengan insentif yang lebih layak, diharapkan para guru dapat semakin termotivasi dalam memberikan pengajaran terbaik bagi anak-anak.
“Kami berkomitmen memperjuangkan ini demi masa depan generasi muda yang lebih baik. Semoga perjuangan ini dapat segera terwujud,” tutupnya.(adv/dprdkukar/atr/ob1/ef)








