okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Setelah mencatat prestasi membanggakan dengan meraih posisi kelima dalam Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) tahun 2024, Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun kini berpeluang kembali ambil bagian dalam kompetisi tingkat nasional yang digelar oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai dan Bebudaya (B3), Alimin, menyebutkan bahwa pihaknya tengah membahas kemungkinan keikutsertaan kembali dalam lomba yang akan digelar pada 2025. Menurut aturan yang berlaku, desa yang sebelumnya meraih juara keempat ke bawah masih dapat mendaftar ulang.
“Karena kita juara lima tahun lalu, kita masih bisa ikut. Saat ini kita sedang bahas di internal, dan kemungkinan besar akan kembali ikut serta,” terang Alimin, Sabtu (17/5/2025).
Ia menambahkan bahwa Desa Pela kini memiliki sejumlah peningkatan yang berpotensi menambah nilai dalam penilaian. Salah satunya adalah hadirnya destinasi baru, Tanjung Tamannoh, yang baru selesai dikembangkan pada akhir 2024 dan sudah menarik kunjungan wisata.
“Tahun lalu destinasi ini belum ada. Sekarang sudah mulai dikunjungi, dan ini akan jadi salah satu yang kita unggulkan nanti,” jelasnya.
Di luar itu, Desa Pela juga telah menerima bantuan 18 unit longboat dari pemerintah, yang memperkuat layanan wisata air di kawasan Danau Semayang. Armada tersebut belum tercatat dalam penilaian lomba sebelumnya, sehingga menjadi nilai tambah tahun ini.
Tak hanya mengandalkan aspek destinasi dan sarana, Desa Pela juga mengedepankan pendekatan ramah lingkungan. Salah satunya melalui kerja sama konservasi di kawasan Mahakam sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian ekosistem.
“Kalau tahun lalu kita hanya mengandalkan kekuatan budaya dan wisata, tahun ini kita punya tambahan dari sisi lingkungan dan fasilitas. Harapannya bisa masuk tiga besar,” kata Alimin penuh optimisme.
Persiapan terus dilakukan, mulai dari penyusunan laporan kegiatan, pengumpulan data dokumentasi, hingga penyusunan bukti dampak program terhadap masyarakat. Pokdarwis meyakini bahwa keberlanjutan menjadi unsur penting dalam LDWN, yang mencakup ekonomi, budaya, dan ekologi.
“Lomba ini bukan sekadar fisik atau bangunan. Tapi bagaimana desa mampu menunjukkan keberlanjutan dalam setiap aspeknya,” tutupnya.(adv/disparkukar/atr/ob1/ef)








