Menu

Mode Gelap

Advertorial · 22 Sep 2025 16:38 WITA

Bupati Kukar Tutup Expo KTNA Nasional 2025, Lepas Merpati sebagai Simbol Harapan Petani


Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, Ketua KTNA, dan jajaran melepas burung merpati sebagai simbol harapan petani pada penutupan Expo dan Rembuk KTNA Nasional 2025 di halaman Kantor Bupati Kukar, Selasa (22/9/2025). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin, Ketua KTNA, dan jajaran melepas burung merpati sebagai simbol harapan petani pada penutupan Expo dan Rembuk KTNA Nasional 2025 di halaman Kantor Bupati Kukar, Selasa (22/9/2025). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Puncak rangkaian Expo dan Rembuk KTNA Nasional 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara ditutup dengan cara yang penuh makna. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin serta jajaran Ketua KTNA Nasional, Kaltim, dan Kukar, melepaskan burung merpati ke udara sebagai simbol harapan bagi masa depan petani Indonesia. Prosesi itu berlangsung di halaman parkir Kantor Bupati Kukar, Selasa, 22 September 2025, dan disaksikan peserta serta tamu undangan yang hadir.

Selama tiga hari, Tenggarong menjadi pusat pertemuan ribuan petani, nelayan, dan pelaku usaha pertanian dari berbagai daerah. Mereka tak hanya memamerkan hasil produksi unggulan, tetapi juga saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam forum rembuk. Di expo, pengunjung bisa menemukan beragam produk dari tiap provinsi, mulai benih padi unggul, olahan perikanan, hingga teknologi pertanian modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi. Sementara itu, forum rembuk menjadi wadah penting bagi petani dan pemangku kebijakan untuk duduk bersama membicarakan solusi dan strategi pembangunan pertanian.

Dalam sambutannya, Aulia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. “Kami berharap expo dan rembuk KTNA ini membuahkan hasil berupa kesepakatan yang bisa dijalankan bersama,” ucapnya. Ia menambahkan, butir-butir kesepakatan yang lahir dari forum rembuk diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan pertanian, perikanan, dan perkebunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menurut Aulia, kebijakan yang berpihak pada petani dan nelayan dapat mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Kebijakan ini bisa menjadi jembatan untuk memperbaiki kesejahteraan petani dan nelayan sekaligus mempercepat swasembada pangan,” ujarnya menegaskan.

Dengan demikian, penutupan Expo KTNA Nasional 2025 tidak hanya meninggalkan kesan simbolis melalui pelepasan merpati, tetapi juga menghasilkan pijakan konkret yang bisa diikuti bersama. Gelaran ini menegaskan komitmen pemerintah dan petani untuk bergerak sejalan dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju dan mandiri. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Tepian Mahakam, Hetifah: Erau Mengingatkan Kita Siapa Kita

21 September 2026 - 13:51 WITA

Dibuka Hari Ini, Erau Adat Kutai 2026 Usung Tema “Raja Menjamu Rakyatnya”

20 September 2026 - 14:55 WITA

PKU Muhammadiyah Kukar Mulai Dibangun, Tahap Awal Fokus Satu Lantai

19 September 2026 - 16:03 WITA

Pembukaan Erau 2026 Tetap Digelar, Pemkab Kukar Antisipasi Dampak Asap

19 September 2026 - 16:01 WITA

Pelantikan 58 Pejabat Kukar Dipercepat, Camat Diminta Gerak Cepat Tangani Karhutla dan Krisis Air

18 September 2026 - 19:39 WITA

Wujud Solidaritas Karhutla Eros Basketball Community Gelar Aksi Sosial di Simpang 4 Lembuswana

18 September 2026 - 19:02 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru