okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memastikan pemerintah daerah bergerak cepat merespons persoalan irigasi yang dihadapi petani. Salah satu langkah yang disiapkan adalah program pompanisasi di sejumlah titik yang mengalami kekurangan pasokan air.
Aulia menjelaskan, program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kodim 0906/Kukar. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting agar persoalan pertanian bisa ditangani segera, tanpa menunggu terlalu lama.
“Kemarin sudah kita sampaikan, untuk beberapa titik yang mengalami kesulitan air, proses pompanisasi sudah kita siapkan kerja sama dengan Kodim 0906/Kukar,” kata Aulia saat ditemui di Tenggarong, Selasa (22/9/2025).
Ia menegaskan, pemerintah harus responsif terhadap setiap usulan petani. Menurutnya, percepatan penanganan menjadi kunci agar kendala di lapangan tidak semakin memperburuk kondisi. “Makanya usulannya harus cepat masuk, agar bisa langsung kita eksekusi,” ujarnya.
Sejumlah kecamatan di Kukar saat ini memang menghadapi persoalan pengairan sawah akibat perubahan iklim dan berkurangnya debit air di musim kemarau. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas petani yang selama ini mengandalkan irigasi teknis maupun tadah hujan.
Pompanisasi dinilai menjadi solusi jangka pendek untuk memastikan lahan pertanian tetap bisa ditanami. Di sisi lain, Pemkab Kukar juga telah menyiapkan program jangka panjang berupa rehabilitasi jaringan irigasi dan normalisasi saluran air agar ketahanan pangan tetap terjaga.
Aulia berharap, dukungan TNI, aparat desa, hingga kelompok tani dapat memperkuat langkah bersama menjaga produktivitas pertanian di Kukar. “Kita harus bekerja sama, karena pangan ini urusan hajat hidup orang banyak,” tandasnya. (adv/distanakkukar/atr)








