okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai berhasil mencatatkan perkembangan signifikan di sektor pertanian dalam enam tahun terakhir. Kepercayaan untuk menjadi tuan rumah Rembug Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2025 pun dianggap sebagai pengakuan atas capaian tersebut.
Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah, menyebut penunjukan Kukar sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Daerah yang dipilih harus mampu menunjukkan perkembangan pesat di sektor pertanian dan didukung kebijakan pemerintah daerah yang konsisten.
“Pertanian di Kukar dalam kurun enam tahun terakhir cukup pesat peningkatannya. Yang kedua, komitmen bupati dan pemerintah kabupaten juga jelas. Sektor pertanian dalam arti luas sudah dimasukkan ke RPJMD, bahkan ditetapkan dalam peraturan daerah,” ujar Edi saat panen raya padi sawah di Mangkurawang.
Rembug KTNA Nasional 2025 tidak hanya menjadi ajang penghormatan bagi Kukar, tetapi juga wadah berbagi pengalaman antarkelompok tani dari berbagai daerah. Sejumlah perwakilan petani dari luar daerah bahkan mengaku kagum dengan capaian Kukar, termasuk delegasi dari Sumatra Barat.
“Sudah tiga kali saya ke Kutai Kartanegara, dan perkembangannya luar biasa. Sinergi pemerintah daerah di sini lebih baik karena dukungan PAD yang cukup besar. Mudah-mudahan ke depan bisa terjalin kolaborasi dengan Sumatra Barat,” kata salah satu perwakilan KTNA Sumbar.
Selain panen raya dan dialog, agenda Rembug KTNA 2025 juga diramaikan dengan demonstrasi alat pertanian modern. Sejumlah kelompok tani di Mangkurawang menerima bantuan sarana mekanisasi, termasuk traktor crawler pembajak sawah, untuk memperkuat produktivitas pertanian Kukar.
Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah KTNA Nasional, Kukar semakin menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur sekaligus contoh nyata kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan petani. (adv/distanakkukar/atr)








