Menu

Mode Gelap

Advertorial · 23 Sep 2025 16:33 WITA

DLHK Kukar Bangun TPA Klaster, Perkuat Strategi Efisiensi Pengelolaan Sampah


Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, memaparkan rencana pembangunan TPA baru dan strategi efisiensi armada. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, memaparkan rencana pembangunan TPA baru dan strategi efisiensi armada. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Persoalan sampah selalu datang berulang: armada terbatas, TPA menumpuk, dan layanan yang sering dianggap belum merata. Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) mencoba mengubah pola pikir dengan merencanakan langkah strategis yang lebih komprehensif. Tidak hanya soal menambah truk atau armada, tetapi juga membangun sistem baru yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menegaskan pengelolaan sampah tidak bisa dijalankan dengan hitungan sederhana “kurang” atau “cukup.” Menurutnya, setiap rencana harus disusun detail, memperhitungkan kebutuhan teknis, ketersediaan sumber daya manusia, hingga dukungan alat berat. “Ke depan, kami juga akan membangun beberapa TPA di beberapa klaster. Tentu ini membutuhkan alat-alat pendukung, termasuk alat berat. Jadi perhitungannya memang harus dilakukan secara detail, bukan sekadar mengatakan kurang. Karena bagi kami, nilai ‘kurang’ itu kadang subjektif,” katanya, Selasa (23/9/2025).

DLHK Kukar kini memaksimalkan armada yang tersedia dengan penataan jalur, ritase, serta pengaturan sistem angkut. Prinsipnya, tugas utama adalah mengalirkan sampah dari TPS menuju TPA dengan efisiensi, bukan mengambil langsung dari rumah ke rumah. Irawan menekankan bahwa efisiensi tersebut penting agar layanan bisa berjalan berkesinambungan meskipun keterbatasan armada masih ada.

Selain itu, DLHK mendorong peran aktif masyarakat. Keberadaan bank sampah, program pemilahan sejak rumah tangga, hingga inisiatif mandiri di tingkat RT dan desa menjadi cara untuk mengurangi tekanan terhadap armada. “Kalau masyarakat terlibat aktif, beban armada bisa berkurang dan lingkungan juga lebih terjaga,” tegasnya.

Model kolaborasi ini, lanjut Irawan, merupakan wujud penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali. Dengan strategi gabungan antara pembangunan TPA baru, optimalisasi armada, dan partisipasi masyarakat, DLHK berharap persoalan sampah di Kukar bisa ditangani lebih berkelanjutan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Keracunan MBG Sebulu, Satgas Siaga 24 Jam di Puskesmas

3 Agustus 2026 - 20:55 WITA

MBG Sebulu

Usai Santap MBG, 46 Orang di Sebulu Alami Pusing dan Sakit Perut

3 Agustus 2026 - 17:40 WITA

MBG Sebulu

Hadapi Penipuan Digital, Polda Kaltim Luncurkan Cyber Resilient Community

3 Agustus 2026 - 16:17 WITA

Cyber Resilient Community Polda Kaltim

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar
Trending di Hukum - Kriminal