Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 30 Sep 2025 14:12 WITA

Kesadaran Masyarakat Pengelolaan Sampah di Kukar Baru Capai 60 Persen


Asisten II Setkab Kukar Ahyani menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat pengelolaan sampah, Selasa (30/9/2025). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Asisten II Setkab Kukar Ahyani menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat pengelolaan sampah, Selasa (30/9/2025). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran masyarakat pengelolaan sampah di Kutai Kartanegara masih tergolong rendah. Asisten II Setkab Kukar, Ahyani, menilai baru sekitar 60 persen warga yang peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah secara benar.

“Dari sudut pandang pemerintah, tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah saat ini masih sekitar 60 persen. Sampah yang masih berserakan mendorong pemerintah terus memberi imbauan dan melakukan sosialisasi,” kata Ahyani di Tenggarong, Selasa (30/9/2025).

Ia menegaskan masyarakat harus meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah dengan memulainya dari rumah tangga. Ahyani juga menyebut, ibu rumah tangga berperan penting dalam membentuk kebiasaan keluarga. “Kami berharap ibu rumah tangga memulai kesadaran dengan membiasakan memilah sampah, membuangnya pada tempatnya, dan mengelolanya secara bijak,” ujarnya.

Selain itu, Ahyani optimistis kebiasaan sederhana tersebut akan mengubah pola pikir masyarakat. Menurutnya, jika warga terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak rumah tangga, maka sistem pengelolaan akan lebih terorganisir mulai dari pemilahan hingga pembuangan.

Dengan pemikiran ini, Pemkab Kukar terus menguatkan program edukasi lingkungan. Pemerintah mendorong bank sampah sebagai solusi praktis sekaligus sarana ekonomi. Warga dapat menukar sampah anorganik dengan nilai ekonomis sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Di samping itu, pemerintah juga menggencarkan kampanye pengurangan plastik sekali pakai. Ahyani menilai kebiasaan mengurangi plastik menjadi langkah teknis yang penting untuk mengurangi beban lingkungan.

Selanjutnya, DLHK Kukar rutin melakukan sosialisasi 3R (reduce, reuse, recycle) di desa dan kelurahan. Program ini bertujuan membangun kesadaran kolektif agar masyarakat melihat sampah bukan hanya beban, tetapi juga potensi yang bisa dimanfaatkan.

Ahyani menegaskan, kesadaran masyarakat pengelolaan sampah adalah pondasi utama mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan lestari di Kutai Kartanegara. Ia optimistis, dengan konsistensi semua pihak, perubahan nyata bisa tercapai. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Disdamkarmatan Sebut Danau Aji Kawasan Risiko Kebakaran Tertinggi di Tenggarong

7 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Disdamkarmatan Kukar Dorong Hidran Kering Masuk Permukiman untuk Percepat Penanganan Kebakaran

7 Oktober 2026 - 13:55 WITA

Tekan Dampak PHK, Pemkab Kukar Dorong Peningkatan Kompetensi Pencari Kerja

6 Oktober 2026 - 22:25 WITA

Kebakaran 75 Bangunan, DPRD Kukar Dorong Jaringan Hidran di Permukiman Padat

6 Oktober 2026 - 16:56 WITA

DPRD Kukar Evaluasi Fasilitas Pencegahan Kebakaran Usai 75 Bangunan Terbakar

6 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Mitigasi Pascakebakaran, Pemkab Kukar Petakan Akses Jalan dan Titik Hidran

6 Oktober 2026 - 16:51 WITA

Trending di Advertorial