Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 10 Okt 2025 19:56 WITA

2030, Kukar Bidik Seluruh Desa Jadi Desa Ramah Lingkungan


 Aji Sayid Muhammad Ali, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan target seluruh desa di Kukar menjadi Desa Ramah Lingkungan pada 2030. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Aji Sayid Muhammad Ali, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLHK Kukar, menjelaskan target seluruh desa di Kukar menjadi Desa Ramah Lingkungan pada 2030. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pembangunan di Kutai Kartanegara kini diarahkan bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan ekologi. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menargetkan seluruh desa berstatus Desa Ramah Lingkungan pada 2030.

Target ambisius ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari program unggulan Kukar Idaman Terbaik, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Aji Sayid Muhammad Ali, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Bidang Penataan dan Kapasitas Lingkungan DLHK Kukar, menjelaskan bahwa target kali ini jauh lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

“Di RPJMD sebelumnya, hanya 30 persen desa yang ditargetkan ramah lingkungan. Sekarang, seluruh desa harus mencapai status itu dalam lima tahun,” ujarnya.

DLHK Kukar telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai sasaran tersebut. Salah satunya melalui program pembinaan berkelanjutan di setiap desa. Kegiatan itu mencakup peningkatan kapasitas aparatur, sosialisasi kesadaran lingkungan, hingga penerapan praktik pengelolaan sampah dan sumber daya alam secara bijak.

Ali menekankan bahwa program Desa Ramah Lingkungan bukan hanya tentang administrasi atau sertifikasi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. “Kami ingin warga sadar untuk menjaga lingkungannya tanpa menunggu perintah atau bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, DLHK Kukar telah menyiapkan alokasi anggaran dalam rencana kerja tahun depan. Namun, keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama semua pihak, terutama pemerintah desa dan masyarakat.

“DLHK hanya menjadi fasilitator. Keberhasilan program ini akan ditentukan oleh partisipasi warga,” tambahnya.

DLHK Kukar berharap, dengan keterlibatan aktif masyarakat, setiap desa dapat berkembang menjadi kawasan bersih, hijau, dan berkelanjutan. Selain memperkuat posisi Kukar sebagai daerah yang peduli lingkungan, inisiatif ini juga menjadi langkah nyata dalam mengendalikan dampak perubahan iklim di tingkat lokal. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arbizz Space Batasi Wahana Permainan, Maksimal 40 Unit saat Akhir Pekan

28 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Pemkab Kukar Alokasikan Anggaran Umrah Gratis bagi Pemuka Agama Mulai 2027

28 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Kukar Idaman Terbaik Dorong Solusi Air Bersih hingga Wilayah Pesisir

28 Oktober 2026 - 14:47 WITA

RT-KU Terbaik Jadi Langkah Kukar Perkuat Infrastruktur Digital hingga Permukiman

28 Oktober 2026 - 14:31 WITA

Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Terlibat Aktif dalam Pembangunan

28 Oktober 2026 - 13:41 WITA

Tabang Masih Kerap Padam, Bupati Kukar Dorong Pemerataan Manfaat Batu Bara Lewat PLTU

27 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Trending di Advertorial