Menu

Mode Gelap

Pemerintahan · 22 Okt 2025 12:34 WITA

Pekan Kebudayaan Daerah Kukar: Wadah Edukasi dan Cinta Budaya Lokal bagi Generasi Muda


Infografis: Ozzy/okeborneo.com Perbesar

Infografis: Ozzy/okeborneo.com

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara kembali menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) di Gedung A Museum Mulawarman Tenggarong. Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperlihatkan kekayaan dan keanekaragaman budaya yang dimiliki Kukar melalui pameran karya, pertunjukan seni, dan berbagai atraksi tradisional.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa pameran tahun ini menampilkan berbagai karya hasil tangan kreatif masyarakat dan pelajar dari berbagai wilayah di Kutai Kartanegara.

“Banyak yang ditampilkan, salah satunya karya adik-adik SMA, SMK, perguruan tinggi Katanggara, dan SMP 1. Itu merupakan hasil kerajinan yang mereka pelajari dan buat di sekolah,” ujarnya.

Selain karya seni, pameran juga menghadirkan alat-alat kesenian, alat musik, hingga peralatan produksi tradisional seperti alat pemilangan badi dan teknologi kuno yang masih digunakan oleh masyarakat. Menurut Puji, unsur kebudayaan yang ditampilkan tidak hanya bersifat benda, tetapi juga nilai dan pengetahuan tradisional yang masih hidup hingga kini.

“Kita ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional itu bukan sekadar peninggalan, tapi masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan sekitar enam hingga tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta sejumlah sekolah, termasuk SMP 10 dan SMP 20 yang menampilkan budaya tradisional pupur basah—tradisi perawatan kulit alami yang kini bisa disebut sebagai cikal bakal “skincare” masa kini.

“Kalau sekarang disebut skincare, tapi dulu itu bagian dari tradisi. Kita ingin anak-anak tahu bahwa sejak dulu masyarakat kita sudah punya kearifan lokal yang luar biasa,” kata Puji.

Pekan Kebudayaan Daerah ini digelar hingga 22 Oktober, dengan rangkaian acara yang tak kalah menarik. Selain pameran, pengunjung juga bisa menikmati penampilan musik, pertunjukan seni, dan malam Anugerah Kebudayaan yang akan menjadi puncak acara. Tak hanya itu, beberapa Lembaga Pelestarian Daerah (LPD) turut menghadirkan atraksi budaya dan permainan tradisional, seperti ayunan, yang kembali dihidupkan di area pameran.

Puji berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai kebudayaan daerahnya sendiri.

“Kami senang melihat antusiasme anak-anak sekolah. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar bahwa budaya kita itu bagus, berharga, dan tidak kalah dengan budaya luar. Semua kebudayaan kita menarik untuk dilestarikan,” tutupnya penuh semangat. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru