Menu

Mode Gelap

Music · 10 Nov 2025 20:32 WITA

Borneo Cantata Asal Samarinda Sabet Gelar Tertinggi di Ajang Paduan Suara Internasional Kuala Lumpur


Anggota Borneo Cantata asal Samarinda berfoto bersama setelah dinobatkan sebagai Grand Prix Winner pada ajang Malaysian Choral Eisteddfod 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Istimewa) Perbesar

Anggota Borneo Cantata asal Samarinda berfoto bersama setelah dinobatkan sebagai Grand Prix Winner pada ajang Malaysian Choral Eisteddfod 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Istimewa)

okeborneo.com, SAMARINDA – Sorak kemenangan memecah ruang pertunjukan megah di Kuala Lumpur malam itu. Di bawah cahaya hangat panggung, 45 anggota Borneo Cantata berdiri berjejer, sebagian masih menahan air mata. Layar besar bertuliskan Grand Prix Winner – Borneo Cantata tergantung di latar belakang, menjadi saksi prestasi baru paduan suara asal Samarinda itu.

Perjalanan mereka di ajang Malaysian Choral Eisteddfod (MCE) 2025 bukan sekadar lomba. Diselenggarakan oleh Young Choral Academy pada 5–9 November, kompetisi ini mempertemukan sekitar 160 peserta dari enam negara: Malaysia, Indonesia, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, dan Myanmar. Borneo Cantata datang sebagai sanggar independen, dengan semangat yang dibangun dari latihan panjang dan gotong royong dukungan banyak pihak.

Di babak kategori, mereka membuktikan diri. Pada Mixed Choir, dua lagu klasik O Magnum Mysterium karya Kevin Memley dan Haya! karya Karin Rehnqvist membawa mereka meraih skor 91,28, predikat Gold A Diploma. Di kategori Folk & Indigenous Music, dua karya anak negeri—Mana Lolo Banda ciptaan Arga Rakasiwi dan Leleng karya Fero Aldiansya Stefanus—mengantar nilai 90,25, juga Gold A Diploma.

Dua kemenangan itu cukup untuk menempatkan mereka di babak Grand Prix Round, yang mempertemukan sembilan juara kategori—enam dari Malaysia dan tiga dari Indonesia. Pada malam penentuan, 9 November 2025, nama Borneo Cantata disebut sebagai juara umum. Ruangan sontak bergemuruh.

“Terima kasih banyak untuk semua dukungan kepada keluarga besar BC. Support dana dan doanya sungguh besar manfaatnya buat kami,” ucap Wilma Toding, manajer Borneo Cantata. Ia berbicara dengan suara bergetar, dikelilingi para anggota yang masih mengenakan kostum kuning dan hijau khas mereka.

Sejak berdiri pada April 2008, Borneo Cantata telah menempuh banyak panggung dunia—dari World Choir Games 2012 di Cincinnati, Amerika Serikat, hingga Internationaler Chorwettbewerb 2016 di Spittal an der Drau, Austria. Tahun ini, mereka juga lebih dulu menjadi Grand Champion di ajang Nusantara International Choral Folk Festival (NICFF) 2025 di Ibu Kota Nusantara.

Dibawah arahan Roby Yolis Pata’dungan dan Agustinus Bambang Jusana, Borneo Cantata melangkah dengan cara yang sama seperti saat mereka berdiri pertama kali: swadaya. Tak ada sponsor besar, hanya dukungan kecil dari banyak tangan—pejabat, pengusaha, jemaat, dan donatur individu.

Selain trofi, mereka membawa pulang hadiah uang tunai MYR 10.000. Lebih dari itu, kemenangan ini memastikan langkah mereka menuju Asia Choral Grand Prix 2026 di Korea Selatan pada 26 Februari–2 Maret mendatang. (bby)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aulia Rahman Basri Dorong Mahasiswa Baru Unikarta Aktif Berorganisasi, Bangun Leadership dan Jiwa Sosial

26 Agustus 2026 - 17:03 WITA

Aulia Rahman Basri Dorong Mahasiswa Baru Unikarta Jadi Generasi Penerus Kukar

26 Agustus 2026 - 17:02 WITA

Akses Jalan Oloy Putus Akibat Longsor, Warga Muara Muntai dan Muara Wis Terdampak

25 Agustus 2026 - 13:26 WITA

HMI Kukar Soroti Pinjaman Rp820 Miliar, Desak Bankaltimtara Kawal Pengelolaan Keuangan Daerah

24 Agustus 2026 - 16:02 WITA

Pemkab Kukar Siapkan Opsi Baru untuk Hidupkan Kembali Tangga Arung Square dan Bioskop

22 Agustus 2026 - 15:48 WITA

14 Pejabat Kukar Dilantik, Bupati Sebut Pengisian Jabatan Masih Berjalan

21 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Trending di Home