Menu

Mode Gelap

Advertorial · 29 Sep 2025 21:24 WITA

Bank Sampah Bugenvil Siap Dibentuk di Sukarame, Warga Didorong Kelola Sampah Mandiri


Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli, saat memaparkan rencana pembentukan Bank Sampah Bugenvil yang akan dikelola secara partisipatif oleh warga. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli, saat memaparkan rencana pembentukan Bank Sampah Bugenvil yang akan dikelola secara partisipatif oleh warga. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Upaya mengurangi timbunan sampah rumah tangga di Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), segera memasuki babak baru. Pemerintah kelurahan tengah menyiapkan pembentukan Bank Sampah Bugenvil, yang akan menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya kalangan ibu rumah tangga, untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.

Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli, mengatakan rencana pendirian bank sampah tersebut sudah dibahas dalam rapat internal bersama perangkat kelurahan. Wilayah Bugenvil dipilih sebagai lokasi pertama karena memiliki jumlah penduduk terbesar dibandingkan area lainnya.

“Kami sudah melakukan pembahasan dan menyiapkan langkah-langkah teknisnya. Semoga tahun ini Bank Sampah Bugenvil bisa terbentuk dan mulai berjalan,” ujar Zulkifli saat ditemui di Kantor Kelurahan Sukarame, Senin (29/9/2025).

Untuk mendukung program ini, Kelurahan Sukarame juga mendapat bantuan fasilitas operasional dari Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Fasilitas tersebut meliputi satu unit kendaraan pengangkut sampah dan timbangan digital yang akan digunakan dalam proses penimbangan dan pendataan sampah warga.

“Sarana ini awalnya memang sudah ada, tapi karena sebelumnya belum optimal, kami ingin lakukan penyegaran supaya pengelolaannya lebih terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam konsep baru ini, pemerintah kelurahan akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Karang Taruna, PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga tokoh masyarakat dan majelis taklim. Tujuannya agar kegiatan pengelolaan sampah tidak hanya dijalankan oleh kelompok kecil, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh warga.

“Kami ingin semua elemen ikut terlibat. Kesadaran mengelola sampah tidak bisa dibangun sendirian, butuh gotong royong dan dukungan semua pihak,” kata Zulkifli.

Ia mengakui bahwa membangun kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah masih menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pembentukan struktur kepengurusan dan sistem kerja yang jelas akan menjadi fokus utama sebelum bank sampah dijalankan.

“Kami ingin memastikan dulu pengurusnya siap dan sistemnya rapi. Kalau semua sudah terbentuk, kami optimis bisa mulai beroperasi tahun ini dan eksen penuh tahun depan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar tempat pemilahan, Bank Sampah Bugenvil juga diharapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Warga dapat menukar sampah yang terkumpul dengan nilai ekonomi atau produk daur ulang yang bermanfaat, sehingga memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga.

“Kami berharap Bank Sampah Bugenvil bisa menjadi model pengelolaan lingkungan di tingkat kelurahan. Bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga,” pungkas Zulkifli.

Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga bagian dari kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan dan menciptakan Tenggarong yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warisan Kutai Masih Bertahan, Festival Nutuk Beham Resmi Dibuka di Kedang Ipil

23 April 2026 - 22:19 WITA

Festival nutuk beham

Lima Rumah Ludes, Kebakaran di Kota Bangun Rugikan Warga Rp3 Miliar

23 April 2026 - 15:41 WITA

Kebakaran kota bangun

3 Hari 3 Malam, Warga Kedang Ipil Jalani Tradisi Nutuk Beham Usai Panen

23 April 2026 - 11:06 WITA

nutuk beham

Warga Protes Rekrutmen RSUD AMI, Bupati Sebut 60 Persen Pegawai Tenaga Lokal

22 April 2026 - 13:36 WITA

Rekrutmen RSUD AMI

Lapas Perempuan Tenggarong Penuh, Sebagian Warga Binaan Masih Dititip di Lapas Laki-laki

22 April 2026 - 12:41 WITA

Lapas Perempuan Tenggarong

Kartini Masa Kini? Ipda Fabiola Pimpin Unit di Polres Kukar pada Usia 23 Tahun

22 April 2026 - 02:27 WITA

Ipda Fabiola Umaida
Trending di Pos-pos Terbaru