okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Hamparan hijau di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, menjadi saksi keberhasilan para perempuan desa yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanita Mandiri. Di bawah sinar matahari sore, deretan melon golden bergelantungan rapi di dalam green house berukuran 25 x 10 meter, menandai hasil kerja keras yang dimulai sejak Juli lalu.
Panen perdana tersebut turut dihadiri oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar, Edi Damansyah, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Camat Tenggarong, serta para petani setempat, pada Rabu (17/9/2025).
Dari total 346 pohon melon golden yang dibudidayakan, KWT Wanita Mandiri sukses menghasilkan buah berkualitas premium. Setiap melon memiliki bobot rata-rata 1,5 hingga 2 kilogram, dengan tekstur daging tebal, aroma harum, dan rasa manis alami.
“Apa yang dilakukan KWT ini luar biasa dan patut menjadi contoh. Dengan manajemen yang baik dan pemanfaatan teknologi green house, mereka bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi yang punya nilai ekonomi,” ujar Edi Damansyah saat panen berlangsung.
Edi menilai, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan desa memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian modern. Menurutnya, inovasi seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis hortikultura.
“KWT Wanita Mandiri telah menunjukkan bahwa pertanian tidak hanya bisa dikelola oleh laki-laki. Dengan semangat dan kerja sama, perempuan juga mampu berinovasi dan menghasilkan produk unggulan,” tambahnya.
Ketua KWT Wanita Mandiri, Bu Didin bersama Bu Titi, menyampaikan bahwa keberhasilan panen melon golden ini berawal dari keinginan untuk mengubah lahan kosong menjadi lahan produktif. Melalui pendampingan Distanak Kukar, mereka memanfaatkan sistem tanam di dalam green house untuk menjaga kualitas buah dari hama dan cuaca ekstrem.
Melon golden menjadi salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi dan diminati pasar. KWT berencana memperluas lahan tanam serta mengembangkan sistem pemasaran digital agar hasil panen bisa menjangkau konsumen lebih luas. (adv/distanakkukar/atr)








