Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 12 Nov 2025 16:27 WITA

17 Desa di Kukar Masuk Kategori Rentan Pangan, Pemerintah Lakukan Pemetaan


 Infografis: Ozzy/Okeborneo.com Perbesar

Infografis: Ozzy/Okeborneo.com

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya optimalisasi penyelamatan pangan di Kukar. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi Penyelamatan Pangan yang digelar di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Selasa (11/11/2025).

Sunggono menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan berbagai program ketahanan pangan, baik dari sisi penyediaan pangan di desa-desa maupun pengelolaan kelebihan pangan di sektor komersial seperti rumah makan dan hotel.

“Hari ini kita mencoba mengkolaborasikan program ketahanan pangan, terutama dua sisi penting — desa-desa yang rentan pangan dan kelebihan pangan di rumah makan serta hotel. Jangan sampai ada sumber pangan yang terbuang, padahal bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Sunggono.

Ia menilai, langkah Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar yang mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha kuliner hingga pihak hotel merupakan terobosan positif. Misalnya, sisa makanan yang layak konsumsi dapat didistribusikan ke panti asuhan atau masyarakat yang membutuhkan.

Selain mengurangi pemborosan pangan, Sunggono menegaskan pentingnya intervensi bagi desa-desa yang rentan pangan agar tidak berkembang menjadi wilayah rawan pangan.

“Kita akan berikan edukasi kepada kepala desa agar mereka memahami persoalan ini secara menyeluruh. Setelah itu baru kita lihat penyebabnya — apakah karena kurang tenaga kesehatan, distribusi pangan yang sulit, atau infrastruktur yang belum memadai. Intervensinya akan kita sesuaikan berdasarkan hasil pemetaan,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, terdapat 17 desa di Kukar yang masuk dalam kategori rentan rawan pangan. Dari jumlah itu, sekitar delapan desa di antaranya mengalami kekurangan tenaga kesehatan, yang turut memengaruhi akses dan ketahanan pangan masyarakat.

Sunggono menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau dan mengevaluasi hasil kolaborasi ini dalam beberapa waktu ke depan. Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya mampu menekan angka pemborosan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat desa.

“Kita tunggu hasil perkembangannya dalam waktu dekat. Prinsipnya, jangan sampai ada masyarakat Kukar yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya,” tutupnya. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kukar Siapkan Fondasi SDM Berkualitas, 500 Satuan PAUD Jadi Modal Wajib Belajar Prasekolah

26 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Operasi Patuh Mahakam 2026, Dishub Kukar Perkuat Pengawasan Teknis Kendaraan

26 Oktober 2026 - 18:56 WITA

MGRM Bidik Bisnis Non-PI, Upaya Perkuat Sumber Pendapatan Daerah Kukar

26 Oktober 2026 - 18:55 WITA

Hetifah Sjaifuddian Dorong Masjid di Kukar Perkuat Pendidikan dan Kepedulian Sosial

26 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Pesantren Masa Depan, Hetifah Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Kesempatan Setara bagi Santri

26 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Aliansi Minta Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD di Muara Jawa Diusut

26 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru