Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 14 Jan 2026 17:33 WITA

Banjir Parah Tabang Rendam 18 Desa, Akses Antarwilayah Terputus


Genangan banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara. (Istimewa) Perbesar

Genangan banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara. (Istimewa)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Bencana banjir kembali melanda wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, Kecamatan Tabang menjadi daerah terdampak terparah setelah luapan sungai merendam sedikitnya 18 desa dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Memasuki hari ketiga, kondisi banjir dilaporkan terus meluas seiring tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Air mulai menggenangi permukiman warga sejak akhir pekan dan terus naik dalam waktu singkat.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menjelaskan bahwa peningkatan wilayah terdampak terjadi sangat cepat. Pada pagi hari, jumlah desa yang terendam masih tercatat 11 desa, namun menjelang sore bertambah drastis menjadi 18 desa.

“Perkembangannya sangat cepat. Dari pantauan pagi masih 11 desa, sore hari sudah bertambah menjadi 18 desa. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai sekitar dua meter dan sempat menimbulkan kepanikan warga,” ujar Rakhmadani, Selasa (13/1/2026).

Sejumlah desa dilaporkan mengalami dampak cukup parah, di antaranya Desa Kampung Baru, Umaq Tukung, Tabang Lama, Sido Mulyo, serta Muara Ritan. Akses jalan antardesa pun mulai terputus akibat genangan yang semakin dalam.

Meski banjir tahunan kerap terjadi di wilayah hulu Kukar, skala kejadian kali ini dinilai lebih serius. Pemerintah kecamatan bersama aparat desa kini fokus melakukan pendataan dan pemetaan warga rentan, seperti lansia, perempuan, dan anak-anak, untuk mengantisipasi kondisi terburuk.

“Kami sudah mengaktifkan grup mitigasi bencana untuk memantau debit air secara berkala dan memastikan respons cepat jika terjadi peningkatan signifikan,” jelasnya.

Terkait pendirian posko pengungsian, pihak kecamatan masih menunggu perkembangan situasi dalam 24 jam ke depan. Namun, langkah tersebut siap dilakukan apabila air tidak menunjukkan tanda-tanda surut.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar telah menurunkan tim ke wilayah terdampak.

Tim rescue diberangkatkan ke Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut untuk membantu evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik. Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, membenarkan pihaknya telah bergerak menuju lokasi banjir.

“Hari ini tim kami menuju Tabang dan Kembang Janggut untuk penanganan banjir dan membantu masyarakat terdampak,” singkat Eko.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak banjir. (atr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sabu Disembunyikan di Rumah Walet, Pria di Muara Kaman Ditangkap Polisi

18 April 2026 - 18:10 WITA

sabu muara kaman

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut

17 April 2026 - 17:48 WITA

kratom kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar
Trending di Pemerintahan