okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG SPPG Bintang Kaltim di Sangasanga mulai beroperasi. Pemkab Kukar menargetkan program ini tidak hanya memenuhi gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga melalui pasokan bahan pangan dari masyarakat sekitar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meresmikan dapur MBG tersebut di Jalan Corong, Kecamatan Sangasanga, Kamis (14/5/2026). Kegiatan itu juga dirangkai dengan penyaluran bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas, anak terlantar, dan lanjut usia di wilayah Sangasanga.
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan program bantuan pangan dan MBG menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses makanan yang layak dan bergizi.
Ia mengatakan bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan secara rutin setiap bulan ditujukan untuk menjaga agar masyarakat, terutama kelompok rentan, tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat bisa makan dengan layak dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Aulia.
Aulia juga menaruh perhatian terhadap keberhasilan program pemenuhan gizi anak di Kukar. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, dan berbagai pihak menjadi kunci agar program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran.
Program MBG yang mengusung tema Satu Piring Sejuta Harapan disebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan gratis. Aulia menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi sehat dan cerdas melalui asupan gizi yang baik.
Selain berdampak pada kesehatan anak, program tersebut juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Pemkab Kukar mendorong kebutuhan bahan pangan dapur MBG dipenuhi dari hasil produksi masyarakat sekitar.
Pasokan bahan pangan itu diharapkan dapat melibatkan petani, peternak, hingga pembudi daya ikan di wilayah sekitar dapur SPPG.
“Kami ingin kebutuhan dapur bisa dipenuhi dari warga sekitar sehingga manfaat program ini ikut dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurut Aulia, konsep tersebut dapat menciptakan rantai ekonomi baru yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam operasional dapur MBG.
Pemkab Kukar juga berencana menghubungkan operasional dapur MBG dengan koperasi Merah Putih. Langkah itu diharapkan dapat membantu menjaga distribusi bahan pangan agar lebih stabil dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan memperhatikan kestabilan harga komoditas agar pelaku usaha lokal merasa aman dalam memasok kebutuhan dapur.
Sebagai dukungan terhadap sektor peternakan rakyat, Pemkab Kukar turut menyiapkan pembinaan dan bantuan bagi peternak ayam petelur melalui program Kredit Kukar Idaman tanpa bunga.
Aulia menambahkan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada tata kelola dapur. Hal itu mencakup penyusunan menu, pengadaan bahan pangan, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Karena itu, ia meminta pengelola dapur menjaga kualitas makanan, kebersihan dapur, serta keamanan pangan agar makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kesehatan.
“Program ini harus dijalankan dengan serius. Makanan yang diberikan harus sehat, aman, bergizi, dan layak dikonsumsi,” tegasnya.
Aulia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pendirian dan pengoperasian Dapur MBG SPPG Bintang Kaltim Sangasanga. Dukungan itu berasal dari pemerintah kecamatan, perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga mitra pelaksana program.
Dapur MBG Sangasanga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar menghubungkan pemenuhan gizi anak dengan penguatan ekonomi lokal. Keberhasilan program ini akan bergantung pada kualitas pengelolaan dapur, keamanan pangan, dan keterlibatan warga dalam rantai pasok bahan makanan. (atr/bby)








