okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Kiboy, sapi simental berbobot hampir satu ton milik peternak Loa Janan, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kukar. Sapi senilai Rp120 juta itu menjadi satu dari dua sapi jumbo CV Sabilur Raasyad Farm yang dipilih untuk kurban Presiden di Kukar dan IKN.
Satu sapi lainnya bernama Bagong. Sapi jenis limusin senilai Rp115 juta itu disiapkan sebagai hewan kurban Presiden untuk kawasan Ibu Kota Nusantara.
Pemilik CV Sabilur Raasyad Farm, Muhammad Hasan Assajili, mengaku bangga karena sapi miliknya dipercaya menjadi hewan kurban Presiden RI.
“Yang pasti kami bangga karena sudah bisa melayani, jadi salah satu sapi Presiden dan Alhamdulillah bisa untuk Kutai Kartanegara sama IKN,” ujar Hasan.
Hasan menjelaskan, proses seleksi hewan kurban Presiden dilakukan cukup ketat. Dari wilayah Kukar, terdapat tiga kandidat sapi yang mengikuti penilaian. Masing-masing berasal dari Muara Badak, Samboja, dan Loa Janan.
M
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari bobot badan, kondisi kesehatan, hingga kebersihan hewan.
“Nah ternyata sapi kami ini terpilih karena jadi sapi terbesar di antara tiga tadi,” katanya.
Menurut Hasan, Kiboy dan Bagong telah dipelihara sejak 2024 setelah didatangkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selama berada di kandang miliknya di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, kedua sapi tersebut mendapat perawatan intensif untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan bobot.
Hasan menyebut Kiboy memiliki karakter unik dibanding sapi lain di kandangnya. Meski bertubuh besar dan memiliki konsumsi pakan tinggi, sapi tersebut dikenal cukup manja.
“Kalau Kiboy itu dia nggak bisa sembarangan makan rumput. Rumputnya harus dicacah pakai tangan. Terus kalau makan nggak mau dilihat orang,” ungkapnya sambil tertawa.
Meski demikian, Kiboy menjadi sapi dengan konsumsi pakan paling banyak di kandang miliknya. Perawatan intensif itu membuat bobotnya terus meningkat hingga mendekati satu ton.
Hasan mengakui, membesarkan sapi hingga mencapai bobot tersebut bukan hal mudah bagi peternak di Kalimantan. Tantangan utama, kata dia, berasal dari faktor cuaca dan ketersediaan pakan yang berbeda dibanding daerah di Pulau Jawa.
“Untuk mencapai satu ton itu lumayan sulit. Karena terdampak cuaca dan pakan,” jelasnya.
Ia berharap keberhasilan Kiboy dan Bagong terpilih sebagai hewan kurban Presiden dapat menjadi motivasi bagi peternak lain di Kukar maupun Kalimantan.
Menurut Hasan, potensi peternakan di Kukar cukup besar karena didukung wilayah yang luas. Namun, jumlah peternak lokal yang mampu mengikuti seleksi sapi kurban Presiden masih terbatas.
“Semoga peternak Kalimantan bisa berkembang juga, bisa banyak menciptakan bibit-bibit unggul lagi dan tidak hanya mengharapkan sapi dari luar,” harapnya.
Dari kandang peternak lokal di Loa Janan, Kiboy dan Bagong kini menjadi bagian dari penyaluran hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kukar dan kawasan IKN. Keberhasilan itu juga menunjukkan peluang peternak lokal Kukar untuk bersaing dalam penyediaan sapi unggul. (atr/bby)








