Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 26 Mei 2026 18:12 WITA

Loa Kulu Jadi Fokus Pangan Murah, Pemkab Kukar Tekan Inflasi Jelang Iduladha


Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Taman Literasi, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (26/5/2026). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Taman Literasi, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (26/5/2026). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Loa Kulu menjadi titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Pemkab Kutai Kartanegara menjelang Iduladha 2026. Wilayah ini dipilih karena disebut menjadi salah satu kawasan yang memiliki tekanan harga pangan relatif lebih tinggi dibanding sejumlah daerah lain di Kukar.

Kegiatan tersebut digelar di Taman Literasi, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (26/5/2026). Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.

“Hari ini kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk upaya untuk mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Iduladha,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, Pemkab Kukar sengaja menghadirkan sejumlah komoditas pangan yang selama ini berkontribusi terhadap kenaikan harga di pasaran. Komoditas tersebut dijual dengan harga lebih terjangkau agar dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

“Kami menyasar beberapa bahan pangan yang menjadi penyumbang inflasi dan menghadirkannya dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Loa Kulu,” ucapnya.

Aulia menjelaskan, pemilihan Loa Kulu sebagai lokasi kegiatan dilakukan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah. Dari pemantauan tersebut, Loa Kulu disebut perlu mendapat intervensi harga pangan menjelang Iduladha.

“Kegiatan ini ditempatkan di Loa Kulu karena berdasarkan data yang kami miliki, tingkat inflasi di wilayah ini relatif lebih tinggi dibanding daerah lainnya,” katanya.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemkab Kukar berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih stabil. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menahan potensi lonjakan harga menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum Iduladha.

Aulia mengatakan pengendalian harga pangan perlu dilakukan agar beban masyarakat tidak bertambah, terutama ketika permintaan bahan pokok meningkat menjelang hari raya.

“Harapannya dengan hadirnya Gerakan Pangan Murah ini, inflasi di Loa Kulu bisa dikendalikan. Dengan begitu harga bahan pokok tetap stabil, tidak mengalami lonjakan yang tinggi sehingga tidak membebani masyarakat,” tutupnya.

Gerakan Pangan Murah di Loa Kulu menjadi salah satu langkah Pemkab Kukar dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Pemantauan harga pangan masih diperlukan hingga menjelang Iduladha untuk memastikan tekanan harga tidak bergerak lebih tinggi di tingkat masyarakat. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kiboy, Sapi Hampir Satu Ton dari Loa Janan Jadi Kurban Presiden Prabowo

26 Mei 2026 - 18:42 WITA

Sapi kurban presiden

Desakan Ketua DPRD Kukar Mundur Sampai ke DPP PDIP

25 Mei 2026 - 17:19 WITA

Ketua DPRD Kukar

Hewan Kurban di Kukar Diberi Tanda Sehat, Pemkab Pastikan Layak Konsumsi

25 Mei 2026 - 14:23 WITA

hewan kurban Kukar

Perjanjian Baru Pasar Tangga Arung Diprotes, Pedagang Soroti Klausul Penarikan Kios

23 Mei 2026 - 16:05 WITA

Pasar tangga arung

Pakar Baca Ucapan “Silakan Hak Angket!” Rudy Mas’ud: Bukan Arogansi, tapi Sinyal Akuntabilitas

23 Mei 2026 - 14:11 WITA

Rudy Mas’ud

SLBN Tenggarong Dapat Bus Sekolah, Mobilitas Siswa Berkebutuhan Khusus Diperkuat

22 Mei 2026 - 14:08 WITA

SLBN Tenggarong
Trending di Pendidikan