okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tenggarong masih menghadapi persoalan kelebihan kapasitas. Lapas yang dirancang menampung sekitar 135 warga binaan itu kini dihuni lebih dari 340 orang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat mengunjungi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Jumat, 3 Juli 2026. Dalam kunjungan itu, Rudy meninjau kondisi hunian warga binaan sekaligus melihat progres pembangunan gedung lapas yang belum rampung.
Menurut Rudy, penyelesaian pembangunan gedung baru menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan dengan kelayakan fasilitas dan aspek kemanusiaan bagi warga binaan.
“Kapasitas lapas sekitar 135 orang, tetapi saat ini dihuni lebih dari 340 hingga 350 warga binaan. Tentu kondisi ini harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut aspek kemanusiaan,” ujar Rudy.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan laporan Kepala Lapas, keterbatasan ruang hunian membuat sebagian warga binaan perempuan terpaksa ditempatkan di lapas dewasa laki-laki.
Rudy berharap pembangunan yang telah berjalan selama beberapa tahun tersebut dapat segera dituntaskan. Dengan rampungnya gedung baru, layanan pemasyarakatan perempuan di Kalimantan Timur ke depan diharapkan dapat dipusatkan di Tenggarong.
Untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp28 miliar. Dari kebutuhan itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp8 miliar. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar Rp20 miliar.
“Kami berharap kebutuhan anggaran yang masih kurang dapat dipenuhi agar warga binaan memperoleh fasilitas yang lebih layak selama menjalani masa pembinaan,” katanya.
Rudy mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan mengkaji berbagai skema pendanaan untuk membantu penyelesaian pembangunan Lapas Perempuan Tenggarong.
Jika belum memungkinkan dialokasikan melalui perubahan APBD tahun berjalan, usulan tersebut akan dimasukkan dalam perencanaan APBD tahun berikutnya melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah atau SIPD.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menyambut baik perhatian Gubernur Kaltim terhadap penyelesaian pembangunan Lapas Perempuan Tenggarong. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mendorong percepatan proyek yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran.
“Semoga dengan perhatian dari Bapak Gubernur, pembangunan Lapas Perempuan ini dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan kepada warga binaan, khususnya dari aspek kemanusiaan, semakin baik,” ujar Sunggono.
Ia menambahkan, Pemkab Kukar telah memberikan dukungan anggaran sesuai kemampuan daerah. Dengan rampungnya pembangunan gedung baru, kapasitas hunian diharapkan bertambah sehingga persoalan kelebihan penghuni dapat dikurangi dan pelayanan pemasyarakatan menjadi lebih optimal. (atr/bby)








