okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Arus informasi yang cepat membuat kebutuhan terhadap berita yang akurat dan terverifikasi semakin penting. Di Kutai Kartanegara, pers lokal dinilai memiliki peran dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terjebak berita bohong atau hoaks.
Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan Dandim 0906/Kutai Kartanegara, Letkol Arm Benny Budiman, dengan sejumlah awak media di Markas Kodim 0906/KKR.
Dalam kesempatan itu, Benny menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan masyarakat melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.
“Media merupakan mitra strategis TNI dan seluruh stakeholder di daerah. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat melalui penyampaian informasi yang benar dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks,” ujarnya.
Menurut Benny, informasi yang tidak akurat maupun framing negatif dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, insan pers diharapkan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik, melakukan verifikasi, serta menyajikan berita yang berimbang dan memberi edukasi kepada publik.
Ia menilai persatuan dan kesatuan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah maupun nasional. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia disebut membutuhkan solidaritas seluruh elemen bangsa agar tetap kuat menghadapi berbagai dinamika.
“Kesatuan harus terus kita rawat. Dengan persatuan yang kokoh, Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia saat ini,” katanya.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara TNI dan insan pers di Kutai Kartanegara. Benny berharap hubungan yang terjalin dapat mendukung hadirnya informasi yang mencerdaskan masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas daerah.
Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, pers lokal diharapkan dapat membantu publik memilah informasi di tengah derasnya arus kabar yang beredar. Peran tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. (atr/bby)








